Home KOTA KOTA MANADO DPRD KOTA MANADO Mengadu Ke DPRD Manado, Warga Tuna Netra Di Perlakukan Diskriminatif

Mengadu Ke DPRD Manado, Warga Tuna Netra Di Perlakukan Diskriminatif

0
0
2,186

Pengakuan warga tuna netra tersebut di proyek itu mereka di perlakuan diskriminasi yang diterima para warga tuna netra dari pengurus panti tempat mereka belajar.

CELEBES NEWS – Gedung DPRD Kota Manado kedatangan 4 orang warga Tuna Netra guna menyampaikan aspirasi terkait perampasan hak – hak mereka dalam melakukan pekerjaan di kementrian Sosial pada Jumat (08/09/2017)

Ke empat warga tuna netra tersebut di terima langsung oleh anggota Komisi A Arthur Paath bersama Ketua Komisi D DPRD Kota Manado Apriano Ade Saerang.

Menurut Paath, Warga Tuna Netra tersebut di janjikan upah sebesar Rp 1 juta per orang, tetapi upah tersebut tidak oernah di bayarkan oleg peruaahaan yang mempekerjakan para warga tuna netra tersebut.

“Bahkan mereka hanya di bayarkan oleh pengelola proyek tersebut Rp1 juta untuk dibagi ke beberapa orang,” kata Arthur Paath dan di dampin oleh Apriano Ade Saerang.

Politisi Partai Hanura ini juga menambahkan bahwa menurut pengakuan warga tuna netra tersebut di proyek itu mereka di perlakuan diskriminasi yang diterima para warga tuna netra dari pengurus panti tempat mereka belajar.

Celebesnews.id – Apriano Ade Saerang bersama Arthur Paath saat menerima Aspirasi Warga Tuna Netra. | Foto : Celebesnews/Ryl

“Kata mereka (warga tuna netra) kalau mereka ada masalah selalu dikurung di kamar mandi. Dan yang lebih miris lagi mendapatkan makanan hamis. Ini masalah besar. Karena menyangkut kemanusiaan,” kata politisi Partai Hanura itu.

Sementara itu, Ketua Komisi D Apriano Ade Saerang mengakui adanya laporan hal-hal yang tidak enak terhadap para warga tuna netra di salah satu panti di Kota Manado, akan segera direspon dengan turun lapangan.

“Kami akan supervisi di panti asuhan tersebut. Akan turlap dan cek langsung,” tutur Saerang.

Menurut Saerang, pihaknya akan pertanyakan pengelolaan dari panti itu apakah informasi yang masuk ini sesuai dan memang keadaannya seperti itu.

“Kemudian kami perlu cari tahu ada bantuan apa saja yang masuk disitu. Perlu dicari tahu agar hak-hak mereka dijaga. Itu intinya,” kata Saerang.

Namun, lepas dari itu, lanjut Ketua DPC Partai Gerindra Kota Manado ini, semua itu baru sebatas aspirasi yang masuk.

“Makanya akan segera turun untuk minta klarifikasi langsung kepada pengurus panti. Ini sangat mebahayakan. Apa lagi sampai ada laporan sering mendapat hukuman dan di kurung di dalam kamar mandi. Tindakan ini bahaya,” tutur Saerang. [©-Ryl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

RM Solaria Simpan Bahan Expire, Komisi D Akan Panggil Pihak Managemen

Manado, Sidak tersebut Komisi D yang di Pimpin langsung Oleh Ketua Komisi Apriano Ade Saer…