Home DENGAR PALAKAT DENGAR PALAKAT MANADO Warga Bahu Tolak Alfa Midi Beroperasi

Warga Bahu Tolak Alfa Midi Beroperasi

0
0
2,013

Manado,  Alfa Midi di kelurahan  Bahu sangat ditakutkan oleh warga dikarenakan  akan mengganggu kestabilan Usaha Kecil Menengah (UKM) lewat warung – warung yang sudah di rintis oleh warga sejak lama.

CELEBES NEWS – Pengoperasian swalayan Alfa Midi yang rencanannya akan beroperasi di kelurahan Bahu khususnya lingkungan 6, 7, dan 8 akhirnya di tolak oleh warga sekitar.

Para warga yang sebagian besar adalah pemilik warung kecil menggelar aksi unjuk rasa di depan sebuah bangunan yang diduga akan dibangun Swalayan Alfa Midi pada Sabtu (12/8/2017) siang.

Alfrits Polii selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bahu mengatakan bahwa unjuk rasa damai yang dilakukan merupaka sebuah sikap penolakan warga masyarakat terhadap pengoperasian Alfa Midi di kelurahan tersebut.

“Penolakan dari warga kelurahan Bahu bukan tanpa alasan. Kami melihat bahwa tempat yang akan di jadikan sebagai tempat Alfa Midi itu tidak sesuai dengan peruntukan. Hal ini berdasarkan surat keterangan yang di berikan dari Lurah Bahu, dimana bangunan tersebut di peruntukan sebagai rumah tinggal” ujar Polii

Lebih lanjut Polii mengatakan bahwa dengan keberadaan Alfa Midi di kelurahan tersebut maka di takutkan akan mengganggu kestabilan Usaha Kecil Menengah (UKM) lewat warung – warung yang sudah di rintis oleh warga sejak lama.

“Apa lagi saat ini usaha kecil (warung) telah mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Bahu” kata Polii.

Salah Seorang Warga Melakukan Orasi Di Depan Bangunan Alfa Midi | Foto : Celebesnews

Polii juga menyayangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang telah mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap pembangunan bangunan itu.

“Sayang, karena keterangan dalam IMB dan Surat Keterangan Kelurahan justru berbeda” pungkas Polii

Sementara itu, Ance Sagay yang merupakan warga setempat mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, masyarakat dan pemerintah telah bersepakat agar Alfa Midi, Indomaret maupun Alfamart tidak beroperasi di dalam wilayah perkampungan.

“Kami sudah sepakat. Jika berada di jalan besar atau jalan raya, tidak masalah. Tapi kalau berada di dalam perkampungan, maka jelas kami tidak mau. Sebab akan mengganggu dan merusak usaha kecil masyarakat,” tegasnya.

Sagay pun mengatakan bahwa ada 3 point yang menjadi Penyebab penolakan warga diantaranya :

1. Surat keterangan yang diberikan oleh Lurah Bahu bukan peruntukkan usaha melainkan rumah tinggal, namun disalahgunakan oleh pemilik lahan. (point 3 dalam surat pernyataan).

2. Dengan beroperasinya “Alfamidi” akan menghancurkan ekonomi rakyat kecil dan masyarakat yang mempunyai usaha kecil tidak bisa membayar tagihan KUR dari BRI unit Bahu.

3. Mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar.

Sagay pun meminta Wali Kota Manado Vicky Lumentut agar bisa tetap mengawasi secara ketat pelayanan dan perizinan di masyarakat.

“Ini jadi sebuah kritikan keras bagi pak wali kota dan wakil wali kota. Apalagi ini berkaitan dengan usaha rakyat Manado,” tandasnya. [©-ryl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wah..!!! Sampah Kondom Bekas Berserakan Di Tugu Wisata

Banyaknya kemasan kondom bekas di area wisata tersebut sangat tidak baik. “Ini sanga…