Home KAWANUA KAWANUA BITUNG Pungli Warnai Penerimaan Siswa SMPN 2 Bitung

Pungli Warnai Penerimaan Siswa SMPN 2 Bitung

0
0
2,387

Sejumlah orangtua yang kecewa atas tindakan oknum mantan pengurus komite sekolah tersebut meminta agar persoalan ini diproses secara hukum.

CELEBES NEWS – Pungutan liar (pungli) mewarnai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Bitung. Pungli yang diduga dilakukan oleh mantan pengurus komite sekolah itu sangat disesalkan oleh berbagai pihak, termasuk orangtua calon siswa, Ketua Komite Sekolah Imran Luawo, dan Kepala Sekolah Robby Kawengian.

Menurut para orangtua calon siswa, mereka sudah memberikan sejumlah uang kepada oknum tersebut dengan janji putra-putri mereka diterima di SMPN2 Kota Bitung. Para orangtua mengecam tindakan oknum tersebut dan meminta pihak sekolah ikut bertanggung jawab.

“Kita sudah berikan uang kepada orang itu. Katanya anak kami akan diloloskan tetapi kenyataannya anak kami tidak lulus. Padahal saat diberi uang, dia mengatakan kita tidak perlu khawatir. Dia memiliki orang dalam karena sudah lama mengabdi di sekolah ini,” beber sejumlah orangtua yang enggan disebutkan namanya, Selasa (11/7/2017).

Sejumlah orangtua yang kecewa atas tindakan oknum tersebut meminta kepada pihak sekolah agar persoalan ini diproses hukum. “Kepala sekolah dan komite harus bertanggung jawab. Jangan masalah ini didiamkan agar tidak makin banyak korban. Apalagi orang tersebut mengaku pernah menjadi bagian sekolah ini. Jadi otomatis pihak sekolah tahu tentang orang ini,” lanjut orangtua calon siswa itu.

“Kami berharap ada langkah konkret dari pihak sekolah. Tidak bisa hanya mengembalikan uang kami. Setidaknya lakukan langkah hukum agar ada efek jera bagi pelaku,” timpal orangtua calon siswa lain.

Kepala SMPN 2 Robby Kawengian mengaku mengenal oknum pelaku pungli tersebut. Kedua oknum tersebut pernah menjadi bagian komite sekolah. “Kalau ciri-cirinya, kita kenal. Kita tidak enak menyebut nama jika belum terbukti. Tapi kalau dilihat dari ciri-ciri yang disampaikan orangtua calon siswa, sudah pasti dia,” ucap Kawengian, Rabu (12/7/2017).

Ketua Komite Sekolah Imran Luawo mengaku terkejut atas kejadian tersebut. “Tidak habis pikir jika aksi itu dilakukan oleh terduga yang juga mantan pengurus komite. Orangnya biasa di sekolah ini tapi kita baru tahu kalau dia melakukan pungli. Dugaan sementara kita mengarah ke dia,” jelas Imran.

Imran menegaskan, aksi pungli tersebut tidak terkait dengan sekolah dan komite. “Iya, dia memang berani melakukan pungli. Kami sebagai komite dan pihak sekolah tidak pernah menerima uang atau sogokan dari dia. Jika pun ada, pasti kami akan proses sesuai hukum. Selama ini kita masih mengikuti aturan,” tegas Imran. [©-ybr/ike]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Proyek Reklamasi Pelabuhan Bitung Jadi Sorotan

Proyek tersebut harus kembali dipertimbangkan pihak perusahaan dan pemerintah. Tak hanya m…