Home CAKRAWALA MANCANEGARA Qatar Tolak 13 Tuntutan Negara Arab Terkait Terorisme

Qatar Tolak 13 Tuntutan Negara Arab Terkait Terorisme

0
0
2,204

AS khawatir krisis itu akan berdampak pada operasi kontra terorisme.

CELEBES NEWS – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson tiba di Kuwait, Senin (10/7/2017) waktu setempat, untuk mengadakan pembicaraan yang bertujuan menyelesaikan krisis akibat pemutusan hubungan dengan Qatar oleh Arab Saudi dan para sekutu Arab.

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memberlakukan sanksi-sanksi bulan lalu dan menuduh Doha mendanai terorisme. Tudingan itu telah dibantah.

Di Doha, seorang diplomat Arab mengatakan, pembentukan suatu “mekanisme pemantauan keuangan teror,” akan menjadi isu yang termasuk akan dibahas dalam pembicaraan itu. Namun, ia menolak untuk memberikan penjelasan lebih rinci.

Kemlu AS menyatakan, Tillerson yang berusaha menjalin hubungan ekstensif di Teluk sebagai pimpinan ExxonMobil, akan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Kuwait, Qatar dan Arab Saudi. Menlu Tillerson terbang dari Istanbul, setelah menghadiri konferensi minyak internasional.

RC Hammond, penasihat senior Tillerson, mengaku akan menjajaki cara-cara untuk mengakhiri kebuntuan setelah penolakan Qatar terhadap 13 tuntutan yang diajukan negara-negara Arab itu sebagai syarat untuk mengakhiri sanksi-sanksi. “Lawatan-lawatan ke Arab Saudi dan Qatar merupakan usaha untuk menjajaki kemungkinan,” kata Hammond.

Dia menambahkan bahwa 13 tuntutan tersebut “telah berlaku” dan “tak layak lagi untuk dipertimbangkan.

Tuntutan-tuntutan tersebut mencakup penutupan Aljazirah, jaringan televisi yang berbasis di Qatar, dan sebuah pangkalan militer Turki. Arab Saudi dan para pendukungnya, yang menuduh Aljazirah sebagai media bagi ekstrimis dan agen pengaruh dalam urusan-urusan mereka, telah mengancam dengan sanksi-sanksi lebih lanjut. Aljazirah telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Riyadh dan para pendukungnya menuduh Qatar mendanai kelompok-kelompok ektrimis dan bersekutu dengan Iran, rival regional negara-negara Arab di Teluk. Qatar membantah pihaknya mendukung organisasi-organisasi militan.

Krisis Qatar mengganggu perjalanan, impor pangan ke Qatar, menaikkan ketegangan di Teluk, dan menimbulkan kebingungan di kalangan pebisnis sementara mendorong Qatar lebih mendekat ke Iran dan Turki yang menawarkan dukungan.

AS khawatir krisis itu akan berdampak pada operasi kontra terorisme. Krisis ini juga meningkatkan pengaruh regional Teheran, yang mendukung Qatar dengan mengizinkannya untuk menggunakan hubungan udara dan laut melalui wilayahnya.

Qatar menjadi tuan rumah pangkalan udara Udeid, fasilitas militer terbesar AS di Timur Tengah, dari sana pesawat-pesawat koalisi pimpinan AS melakukan penerbangan untuk menyerang IS di Suriah dan Irak.[©-ant/aja]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Implementasi Peningkatan Kerja Sama Ekonomi D-8

Istanbul, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan melaksanakan pertemuan para pemimpin D-8 yang di…