Home CAKRAWALA HUKUM Teguh Juwarno & Taufik Tak Kenal Andi Narogong

Teguh Juwarno & Taufik Tak Kenal Andi Narogong

0
0
2,873

Teguh mengaku, pertanyaan penyidik sama seperti yang telah dia sampaikan saat menjadi saksi dalam persidangan kasus KTP-e di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

CELEBES NEWS – Dua mantan Wakil Ketua Komisi II DPR, Teguh Juwarno dan Taufik Effendi, sama-sama mengaku tidak mengenal pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Hal itu disampaiklan keduanya usai diperiksa KPK di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/7/2017).

“Tidak kenal. Tidak kenal sama sekali,” ujar Taufik.

KPK memeriksa Taufik dan Teguh sebagai saksi untuk tersangka Andi Narogong dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (KTP-e).

Taufik juga membantah menerima aliran dana sebesar 103 ribu dolar AS terkait proyek KTP-e sebesar Rp5,95 triliun tersebut. “Tidak pernah. Tidak dibicarakan,” kata Taufik.

Taufik membantah ikut dalam pertemuan di ruang kerja Komisi II DPR RI dengan terdakwa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dalam pertemuan tersebut dibahas pembangunan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan pemberian NIK secara nasional serta pembicaraan pendahuluan Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2011.

Kemudian disepakati, program penerapan KTP berbasis NIK secara nasional (KTP-e) sebagai program prioritas utama yang akan dibiayai APBN murni secara “multiyears”. “Ternyata saya tidak pernah datang pada pertemuan itu karena tidak ada, tidak ikut pertemuan itu. Tidak tahu sama sekali,” ucap Taufik.

Sementara itu, Teguh Juwarno yang saat ini menjabat Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN juga mengaku tidak mengenal Andi Narogong. “Sama sekali tidak kenal, tidak pernah berhubungan, apalagi berkomunikasi sama dia,” kata Teguh usai diperiksa KPK.

Teguh mengaku, pertanyaan penyidik sama seperti yang dia sampaikan saat menjadi saksi dalam persidangan kasus KTP-e di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. “Tidak ada penambahan, praktis sama seperti yang saya sampaikan di persidangan KTP-e,” kata dia.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK, dua orang itu disebut menerima aliran dana. Dalam dakwaan disebut, Teguh Juwarno yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PAN menerima 167 ribu dolar AS. Taufik Effendi, yang saat itu sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, menerima 103 ribu dolar AS.

Terdakwa dalam kasus ini adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kemendagri Sugiharto. Irman sudah dituntut 7 tahun penjara sedangkan Sugiharto dituntut 5 tahun penjara. [©-ant/ton]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

PWI Banten Minta Oknum Polisi Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Ditindak Tegas

Serang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten meminta pihak kepolisian untuk menuntask…