Home CAKRAWALA HUKUM Kapolda Minta Pembacokan Hermansyah Tak Dikaitkan Kasus Rizieq

Kapolda Minta Pembacokan Hermansyah Tak Dikaitkan Kasus Rizieq

0
0
2,475

Hermansyah kini dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Setelah kondisinya membaik, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur akan meminta keterangan.

CELEBES NEWS – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan meminta pembacokan ahli telematika Hermansyah tidak disimpulkan terkait kesediaannya menjadi saksi ahli yang membantah percakapan dan foto berkonten pornografi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Hal ini ditegaskan Kapolda setelah beberapa pihak menilai pembacokan Hermansyah ada kaitannya dengan kapasitasnya saksi ahli.

“Hermansyah sudah kami lakukan pendalaman penyelidikan. Memang ada korban tapi jangan terlalu disimpulkan di media,” kata Irjen Polisi M Iriawan di Jakarta, Senin (10/7/2017).

Iriawan berjanji akan mengungkap peristiwa penganiayaan Hermansyah. Saat ini Hermansyah mendapatkan perawatan dan pemulihan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Setelah kondisinya membaik, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur akan meminta keterangan terhadap Hermansyah.

Iriawan belum dapat memastikan apakah pembacokan itu sudah direncanakan lantaran petugas masih menyelidiki identitas pelaku. “Kami belum sampai ke sana karena belum tahu pelakunya siapa. Kalau sudah ditangkap, baru tahu motifnya,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Seperti diketahui, Hermansyah terlibat pertengkaran dengan pengemudi dan penumpang lain sebanyak lima orang yang berujung pembacokan. Peristiwa itu terjadi setelah kendaraannya bersenggolan di Tol Jagorawi, Jakarta Timur, Minggu (9/7/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.

Rektor ITB Prihatin

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi mengaku prihatin atas kasus ini.  “Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa salah seorang alumni ITB. Kami berharap tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini,” ujar Kadarsah di Jakarta.

Dia menjelaskan, seharusnya sesama anak bangsa saling bahu-membahu membangun bangsa, bukan bertikai dan main hakim sendiri. “Perjalanan kita masih panjang. Kami tentu berharap pihak berwenang bisa menindaklanjuti kejadian ini, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Secara terpisah, Pjs Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu korban dan adiknya menggunakan dua mobil dari arah Jakarta untuk pulang ke Depok. Korban mengendarai mobil dengan nomor polisi B-1086-ZFT.

Ketika beriringan pulang di Tol Jagorawi, mobil yang dikendarai adiknya saling kejar dan saling pepet dengan sebuah mobil sedan sehingga mobil adiknya tersenggol. Hermansyah  berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut. Dari arah belakang, ada mobil lain yang diduga teman dari pengendara mobil sedan, memepet mobil Hermansyah.

“Sekitar KM 6 Tol Jagorawi, mobil korban disuruh menepi oleh pelaku kemudian korban disuruh membuka pintu,” ungkapnya.

Begitu Hermansyah turun, pelaku yang berjumlah sekitar lima orang langsung menyerang, salah seorang di antaranya menggunakan senjata tajam. Usai melakukan penganiayaan, para pelaku melarikan diri. [©-ant/ton]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

PWI Banten Minta Oknum Polisi Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Ditindak Tegas

Serang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten meminta pihak kepolisian untuk menuntask…