Home CAKRAWALA HUKUM Jubir KPK: Tak Ada Laporan Gratifikasi Anggota DPRD Gorontalo

Jubir KPK: Tak Ada Laporan Gratifikasi Anggota DPRD Gorontalo

0
0
2,540

Jubir KPK Febri Diansyah, dalam kapasitasnya sebagai pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi KPK, menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penerimaan suap oleh anggota DPRD Gorontalo 2009-2014, Lisna Alamri.

CELEBES NEWS – Jurubicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Febri Diansyah menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penerimaan suap oleh anggota DPRD Gorontalo 2009-2014, Lisna Alamri. Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (10/7/2017), Febri hadir dalam kapasitasnya sebagai pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi KPK, yang dimintai keterangan pada April 2016 di Bareskrim Polri.

“Tidak ada pelaporan gratifikasi atas nama Lisna Alamri pada periode 2009-2014. Pasal 16 UU No 30 tahun 2002 tentang KPK menyatakan, semua penerimaan gratifikasi wajib dilaporkan kecuali beberapa hal yang disebutkan secara tegas dalam UU tersebut. Salah satu kriteria umum yang tidak dilaporkan adalah yang tidak berhubungan dengan jabatan sama sekali atau berlaku secara umum,” ungkap Febri.

Menurut Febri, tidak ada batasan nilai minimal yang wajib dilaporkan ke KPK oleh penyelenggara negara. “Ujung dari pelaporan itu adalah keputusan oleh pimpinan KPK, apakah menyatakakan penerimaan itu merupakan gratifikasi atau bukan,” ungkap Febri.

Bareskrim telah menetapkan salah seorang Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa, pemegang izin usaha pertambangan di Gunung Pani, Gorontalo, yang juga anggota DPRD Gorontalo, Lisna Alamri sejak 2015. Lisna menunjuk PT Asia One sebagai pengelola tambang emas Pani Gold. Lisna diduga menerima Rp20 miliar dari PT One Asia Resources Australia terkait pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Tambang Emas di Kabupaten Pahuwato, Gorontalo. [©-ant/ton]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

14 Demonstran Tolak Presiden Jokowi Diamankan Polisi

Jakarta, Tidak benar polisi lakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa. …