Home KAWANUA KAWANUA SULUT HUT ke 100, PIKAT Terbitkan Buku Maria Walanda Maramis

HUT ke 100, PIKAT Terbitkan Buku Maria Walanda Maramis

0
0
1,725

Maria Walanda Maramis mendirikan PIKAT pada 1917 dan sekolah keterampilan khusus perempuan pada 1918.

CELEBES NEWS – Pada ulang tahun ke-100, Organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) menerbitkan buku pahlawan nasional Maria Walanda Maramis.

“Sebagai salah satu tokoh dari Minahasa, Maria Walanda Maramis memang tidak setenar pahlawan lain. Mencari referensi tentang dia cukup sulit, karena tidak seperti Kartini yang kita bisa temukan berbagai macam bukunya,” kata penulis buku “Maria Walanda Maramis: Jangan Lupakan PIKAT Anak Bungsuku” Ivan R.B. Kaunang, Sabtu, (8/7/2017).

Dia mengatakan, dalam proses penulisan buku terebut, dia cukup kesulitan menemukan catatan tentang Maria Walanda Maramis karena orang Minahasa lebih suka bercerita apalagi hanya ada satu buku yang pernah ditulis keluarga Maria Walanda.

“Banyak tokoh dari Sulawesi Utara yang kurang diperhatikan, para tokoh ini harus dikenal oleh generasi muda untuk menanamkan semangat, etos dan keikhlasan berjuang bagi bangsanya,” kata dia.

Maria Walanda Maramis sebagai pejuang kemajuan dan emansipasi perempuan di tanah Minahasa mendirikan PIKAT pada 1917 dan sekolah keterampilan khusus perempuan pada 1918.

Meski membangun sekolah keterampilan untuk perempuan karena perempuan saat itu, Maria Walanda tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi selesai sekolah setingkat SD.

“Agar perempuan Mihaasa memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki maka mereka harus ada keterampilan khusus, untuk itu dia membuka sekolah keterampilan. Dia pun mampu mempengaruhi pemerintah kolonial untuk memberikan bantuan membangun sekolah tersebut,” jelas Kaunang.

Pada sekolah itu, para perempuan diajarkan keterampilan domestik seperti mencuci, memasak, menyetrika dan juga Bahasa Belanda.

Karena menurut dia jika perempuan dapat berbahasa Belanda maka mereka akan mampu bergaul dengan pejabat kolonial.

“Hingga saat ini PIKAT telah berusia 100 tahun. PIKAT dapat bertahan selama itu karena semangat Maria Walanda untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan,” tutupnya. [©-ant/ike]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Budayawan Asal Sulut Angkat Bicara Soal Bendi

Manado, Budayawan Sulawesi Utara ini juga menambahkan bahwa, sebagai alat transportasi tra…