Home CAKRAWALA Tradisi Balon Jangan Sampai Ganggu Penerbangan

Tradisi Balon Jangan Sampai Ganggu Penerbangan

0
0
2,299

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya melarang penerbangan balon udara tanpa prosedur yang sesuai.

CELEBES NEWS – Tradisi menerbangkan balon ke udara yang ada di sejumlah daerah di Jawa Tengah jangan sampai mengganggu jalur penerbangan di kawasan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau itu tradisi dan masyarakat ingin mempertahankan tradisi, jangan sampai mengganggu kepentingan umum,” kata Anggota Komisi V DPR RI Gatot Sudjito dalam rilis yang diterima, Jumat, (7/7/2017).

Politikus Golkar itu memaparkan, penerbangan balon udara di langit Jateng telah mengganggu kepentingan utama mulai dari aspek keselamatan penerbangan hingga sektor listrik.

Untuk itu, kata dia, sudah seharusnya masyarakat dapat lebih bijak lagi dalam menerbangkan balon udara. “Jika memungkinkan, tradisi itu diubah dengan menggunakan balon udara yang ukurannya lebih kecil, sehingga tidak sampai mengganggu jalur-jalur penerbangan,” paparnya.

Dia sepakat dengan imbauan dari Menteri Perhubungan yang melarang penerbangan balon udara yang dilakukan tanpa prosedur yang semestinya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, pihaknya melarang penerbangan balon udara tanpa prosedur yang sesuai. Budi juga mengemukakan, kepolisian telah menindak masyarakat yang masih nekat menerbangkan balon udara yang dapat membahayakan, khususnya bagi penerbangan.

Sebagaimana diwartakan, Kepolisian Resor Wonosobo, Jawa Tengah, memproses hukum terhadap dua pelaku penerbangan balon udara.

“Kami meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyidikan untuk dua orang pelaku penerbangan balon udara di Wonosobo,” kata Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan di Wonosobo, Sabtu (1/7/2017).

Sebelumnya, Polres Wonosobo menyita sedikitnya 10 balon udara milik masyarakat yang akan diterbangkan untuk menyambut Lebaran 2017.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sejumlah kesempatan menegaskan larangannya terhadap penerbangan balon udara yang menjadi tradisi menyemarakkan Lebaran karena membahayakan penerbangan.

“Itu balon kan pakai gas, kalau ‘disampluk’ (disenggol) pesawat kan celaka nanti,” katanya, di Semarang, Kamis (29/6), menanggapi tradisi pelepasan balon udara di daerah Wonosobo, Jateng.

Gubernur mengingatkan, faktanya selama ini balon-balon udara itu tidak terkendali arahnya karena bisa bergeser ke kanan dan ke kiri sehingga bisa membahayakan jalur penerbangan atau pesawat. [©-ant/ike]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Oknum Polisi di Serang Ancam Culik Wartawan

CELEBES NEWS – Oknum Polisi di Kota Serang mengancam akan menculik seorang wartawan …