Home CAKRAWALA SOSIAL DAN BUDAYA Nyanyian Puisi Jodhi Di Pameran Lukisan Kertas Pelepah Pisang Sakata

Nyanyian Puisi Jodhi Di Pameran Lukisan Kertas Pelepah Pisang Sakata

0
0
1,840

Penampilan tunggal Jodhi Yudono dalam puisi dan lagu memukau perupa Jun Sakata dan tamu undangan yang hadir dalam pameran lukisan dan instalasi kertas pelepah pisang, di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Senin 3 Juli 2017.

CELEBES NEWS – Dari 4 lagu yang dibawakan Jodhi salah satu lagu mengunakan bahasa Jepang, sebagai bentuk apresiasi dia terhadap Jun Sakata, perupa asal negeri matahari terbit yang tinggal di Ubud Bali sejak 1999 itu.

“Saya memberi apresiasi pada Jun Sakata bukan hanya dengan datang dan sekedar berkunjung, tapi ada karya seni yang tinggi bisa dihasilkan,” ucap Jodhi.

Jodhi yang juga wartawan senior di media Kompas dan Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) itu pun merasa terpukau atas karya seni Jun Sakata lantaran keuletannya mengasah bahan alami dari pelepah pisang diubah menjadi sebuah karya seni yang tinggi.

“Saya mempersiapkan sebuah puisi yang sengaja saya ciptakan dalam bahasa Jepang dengan bantuan seorang kawan, dan Jodhi pun Melantunkan puisi tersebut dengan nyanyian yang indah. “…Aishiteru CC”. Demikian sepenggal lirik di penghujung nyanyian puisi Jodhi Yudono, Maaf jika lafal saya gunakan bahasa Jepang kurang lancar,” cetus Jodhi, sembari memetikan gitas akustiknya.

Pameran yang dihelat sejak 3-12 Juli ini, dibuka oleh aktris Jajang C Noer, dengan menampilkan 50 karya nan apik, dari seorang seniman kawakan asal Jepang tersebut.

Ide awal lukisan dari bahan dasar pelepah pisang ini didapatnya sejak Sakata menginjakkan kakinya ke Bali, kemudian mengubah jalan hidupnya.

Lukisan Jun Sakata yg dipamerkan di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Senin $3/7/2017) | Foto Celebesnews

“saya ingin mengungkapkan energi dan Ilham dari alam melalui karya seni dari kertas pisang,” ungkap pria 69 tahun ini.

Dia mengakui karya yang dihasilkannya semua dilakukan secara manual dari mulai proses pembuatan kertas hingga menjadi lukisan dengan tema alam dan budaya dua negara Indonesia dan Jepang.

Karenanya bagi Jun Sakata, pameran digelar di jantung ibukota negara Indonesia yakni Jakarta, merupakan impiannya sejak menetap di Ubud Bali 17 Tahun silam.

“ini pameran sebuah impian sejak lama bagi saya. Sebagai ungkapan kesatuan budaya Jepang dan Indonesia melalui karya seni ini,” Ujar Sakata.[©-i501]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ekspedisi NKRI 2017 Gelar Nikah Massal di Merauke

Merauke, Tujuan dilaksanakan kegiatan Nikah Massal ini untuk memenuhi persyaratan administ…