Home CAKRAWALA HUKUM Tim PH Terdakwa Korupsi Solar Cell Ajukan Pledoi

Tim PH Terdakwa Korupsi Solar Cell Ajukan Pledoi

0
0
1,398

Sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melly Suranta Ginting telah mengajukan tuntutan kepada 4 terdakwa. Namun, Iwo dituntut 9 tahun penjara lebih lama dari tiga terdakwa lainnya.

CELEBESNEWS – Kasus korupsi Solar Cell di Dinas Tata Kota (Distakot) Manado Tahun Anggaran 2014 masih bergulir. Pasalnya, ke empat terdakwa, yakni Paulus Iwo, Ariyanti Marolla, Robert Wowor dan Lucky Dandel, mengajukan Pledoi melalui Penasihat Hukum (PH). Mereka meminta, Ketua Majelis Hakim Alfi Usup dan Vinchentius Banar, untuk membebaskan kliennya, atau meringankan hukuman para terdakwa jika terbukti bersalah.

Dalam pembacaan pledoi oleh PH masing-masing terdakwa, justru ada hal yang menarik saat tim PH terdakwa Paulus Iwo. Di persidangan yang digelar di Pengadilan Manado, pada Senin (3.7/2017) tersebut, pihaknya bersikukuh meminta Majelis Hakim untuk mempertimbangkan putusan Praperadilan, yang telah menyatakan bahwa kliennya tersebut tidak bersalah. Sehingga, pengadilan harus memulihkan nama baik terdakwa.

“Intinya dalam pembelaan ini, kami tetap mengingatkan Hakim agar supaya menghormati akan putusan Praperadilan, dimana telah menyatakan klien kami tidak bersalah, serta harus dipulihkan nama baiknya. Karena putusan ini, yang mengeluarkannya adalah institusi Pengadilan Negeri Manado. Jadi apabila putusan Praperadilan tidak dilaksanakan, maka kami akan mengambil upaya hukum untuk melaporkannya ke lembaga yang lebih tinggi,” ujar Balderas Penghiburan, tim PH terdakwa.

Sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melly Suranta Ginting telah mengajukan tuntutan kepada 4 terdakwa. Namun, Iwo dituntut 9 tahun penjara lebih lama dari tiga terdakwa lainnya, “Mengajukan tuntutan pidana 6 tahun dengan Uang Pengganti sebesar Rp2,9 miliar lebih subsidair 3 tahun. Dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan,” sebut JPU Melly Suranta Ginting, memperjelas kembali tuntutan yang dibacakan JPU Alexander Sulung saat persidangan.

Ginting juga menyebutkan bahwa penerapan pasal 3 juncto (jo) pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, dalam tuntutan juga berlaku atas terdakwa Ariyanti, Robert dan Lucky.

“Ariyanti kita tuntut 5 tahun disertai Uang Pengganti Rp300 juta subsidair 2,6 tahun dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan. Untuk Robert dituntut 5 tahun berserta denda Rp50 juta subsidair 3 bulan. Sedangkan, Lucky 4,6 tahun denda Rp50 juta subsidair 3 bulan,” tambah Ginting.

Ditanya soal tuntutan sanksi pidana Ariyanti, Lucky dan Robert yang terbilang cukup berat. Ginting pun ikut menerangkan mengenai penerapan juncto 55. Menurutnya, penggunaan juncto pasal 55 adalah satu rangkaian yang tak terpisahkan, sekalipun berkas para terdakwa split. [©-all/ike]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

14 Demonstran Tolak Presiden Jokowi Diamankan Polisi

Jakarta, Tidak benar polisi lakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa. …