Home CAKRAWALA HUKUM Mantan Kadisnaker Bitung Siap Ajukan Pembelaan

Mantan Kadisnaker Bitung Siap Ajukan Pembelaan

0
0
1,200

selain tuntuan dua tahun penjara oleh JPU Kejari Bitung Mustari Ali, terdakwa harus membayar denda Rp50 Juta subsider 3 bulan penjara. Tak hanya itu, terdakwa dibebankan untuk mengganti uang pengganti sebesar Rp140 Juta.

CELEBESNEWS – Tuntutan dua tahun penjara yang dilayangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Bitung, tampaknya tidak serta merta diterima terdakwa kasus dugaan penyelewangan anggaran proyek padat karya sebesar Rp1,3 Miliar. Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Frb sudah mempersiapkan untuk mengajukan pembelaan.

Pekan ini, Frb akan memasuki agenda persidangan pembelaan. Humas Pengadilan Tipikor Muh Alfi Usup membenarkan agenda persidangan tersebut, telah memasuki jadwal pembelaan, “Benar, minggu ini direncanakan terdakwa akan menjalani sidang pembelaannya. Pengadilan Tipikor pun telah siap melaksanakannya,” ujarnya saat dihubungi, Senin, (3/7/2017).

Diketahui, selain tuntuan dua tahun penjara oleh JPU Kejari Bitung Mustari Ali, terdakwa harus membayar denda Rp50 Juta subsider 3 bulan penjara. Tak hanya itu, terdakwa dibebankan untuk mengganti uang pengganti sebesar Rp140 Juta.

Terdakwa telah diperiksa penyidik Kejari Bitung secara marathon sejak 11 Oktober 2016. Saat itu, Frb langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Bitung. Pasalnya, Frb diduga menyelewengkan anggaran sebesar Rp1.271.336.000 untuk proyek padat karya. Proyek yang semestinya dikerjakan di Kelurahan Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, terindikasi tidak pernah dilaksanakan alias fiktif. Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) khususnya dari anggaran tugas pembantuan dari Kementerian Tenaga Kerja RI untuk program penempatan dan perluasan kerja tahun 2015 dengan jumlah anggaran yang sama.

Proyek ini terbagi dalam dua kegiatan, yakni padat karya infratruktur sebesar Rp725.436.000 serta kegiatan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kerja mandiri untuk penciptaan wirausaha baru sebesar Rp486.400.000.
Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung menjerat tersangka dengan pasal 2 ayat (1) Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. [©-all/ike]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

PWI Banten Minta Oknum Polisi Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Ditindak Tegas

Serang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten meminta pihak kepolisian untuk menuntask…