Home CAKRAWALA SOSIAL DAN BUDAYA Jun Sakata Jadikan Kertas Pelepah Pisang Sebagai Media Lukisan

Jun Sakata Jadikan Kertas Pelepah Pisang Sebagai Media Lukisan

0
0
1,311

Sekitar 50 karya seni instalasi ciptaan Jun Sakata seorang pelukis asal Jepang dengan media utama kertas pelepah pisang dari Ubud Bali dipamerkan mulai 3 Juli hingga 12 Juli di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Selatan, Senin (3/7/2017).

CELEBES NEWS –  Jun Sakata Perupa yang mengawali karier sebagai perancang bunga atau ikebana itu menceritakan di kunjungan pertamanya di Ubud, Bali pada 1999 silam, jatuh cinta pada bahan alami tersebut. Selama 17 tahun terakhir ini, setiap enam bulan ia hidup di Ubud dan Yokohama. Tema-tema yang diangkat dalam lukisan-lukisan Sakata tentang alam dan budaya Indonesia yang digabungkan dengan nuansa Jepang. “Saya ingin mengungkapkan energi dan ilham dari alam melalui karya seni dari kertas pisang,” terang Sakata.

Lukisan Karya Jun Sakata dengan media berupa kertas dari pelepah pisang Ubud Bali | Foto Celebesnews

Ide Sakata membuat lukisan dengan media pelepah pisang tercetus saat ia berkunjung ke Ubud, Bali, pada 1999. Setahun kemudian, ia menemukan kertas yang terbuat dari pelepah pisang. Untuk lukisan skala ringan, Sakata bisa menghabiskan waktu dua sampai tiga minggu. Sedangkan lukisan yang cukup berat, ia bisa menghabiskan waktu sebulan lebih. “Bikin pameran di Jakarta adalah salah satu impian saya. Saya ingin semua orang bersenang dan bergembira di sini,” kata Sakata setelah serimonial pembukaan pameran tersebut Senin (3/7/2017). Pameran itu dibuka oleh artis senior Jajang C Noer yang concern terhadap seni dan budaya di Indonesia.

Artis Senior Jajang C Noer dan saat menghadiri Pameran karya Jun Sakata di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Selatan | Foto Celebesnews

Sebagai salah satu pelaku seni di Indonesia, Jajang menilai bahwa Sakata mencurahkan segala isi hatinya ke dalam setiap karyanya. Bagi Jajang, sebuah karya seni adalah sesuatu yang memiliki arti yang dalam bagi orang yang menikmatinya. “Jadi, karya seni adalah karya yang kalau kita lihat atau kita nikmati ada sesuatu di belakangnya. Sesuatu yang lebih jauh dari apa yg kita lihat, nah itu karya seni,” tegasnya saat di wawancara Celebesnews.id seusai opening ceremony pameran karya Jun Sakata di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Selatan.

Wartawan / Budayawan Jodhi Yudono dan Pelukis Jepang Jun Sakata | Foto Celebesnews.id

Saat para pengunjung menikmati detail keindahan karya Jun Sakata, terdengar lantunan lagu dan petikan akustik gitar yang di bawakan oleh seorang Budayawan Judhi Yudono. Jodhi Mengaku tertarik untuk terlibat dalam pameran tersebut karena bentuk apresiasinya pada karya seni, “saya memberi apresiasi pada Jun Sakata bukan hanya dengan datang dan sekedar berkunjung, bahkan saya mempersiapkan sebuah puisi yang sengaja saya ciptakan dalam bahasa jepang dengan bantuan seorang kawan, dan Jodhi pun Melantunkan puisi tersebut dengan nyanyian yang indah.. “Aishiteru CC…” Demikian dipenghujung lagu terdengar lirik dari nyanyian Jodhi, dan Jun Sakata pun Berdiri Memberikan hormatnya sebagai tanda terima kasih kepada wartawan senior ini. [©-i501].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ekspedisi NKRI 2017 Gelar Nikah Massal di Merauke

Merauke, Tujuan dilaksanakan kegiatan Nikah Massal ini untuk memenuhi persyaratan administ…