Home CAKRAWALA MANCANEGARA Ibu Kota Kanada Berubah Jadi Benteng

Ibu Kota Kanada Berubah Jadi Benteng

0
0
1,003

Pasukan keamanan Kanada mengubah ibu kota itu menjadi benteng jelang perayaan besar hari jadi ke-150 pada akhir pekan yang diperkirakan dihadiri setengah juta orang, termasuk Pangeran Charles dari Inggris dan istrinya, Camilla.

CELEBES NEWS – Pihak berwenang telah menutup jalan-jalan di Ottawa pusat dan akan menempatkan penghalang semen di pintu masuk Parliament Hill untuk mencoba mencegah kejadian fatal seperti di London, Nice dan Stockholm, tempat penyerang menabrakkan kendaraan ke kerumunan orang.

Pesta terbesar akan digelar pada Sabtu, untuk memperingati ulang tahun ke-150 Kanada resmi menjadi negara. Inggris sebelumnya telah memerintah negara itu sebelum 1867.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan pada Rabu bahwa warga Kanada harus merasa nyaman saat mereka memperingati kesempatan tersebut, “mengetahui layanan polisi dan lembaga intelijen yang luar biasa melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk membuat orang tetap aman. ” Juru bicara Menteri Keselamatan Publik Ralph Goodale menolak untuk mengomentari langkah-langkah keamanan spesifik di Ottawa.

Perayaan di sekitar peringatan Hari Kanada, yang jatuh pada 1 Juli, biasanya berlangsung santai, dengan pengunjung bebas berjalan ke Parliament Hill untuk melihat pertunjukan musik, pagelaran terbang militer, dan pidato oleh para politisi Tahun ini, pengunjung harus melalui pemeriksaan dengan detektor logam dan pemeriksaan barang bawaan.

Polisi juga akan turun dalam jumlah besar, meski pihak beewenang menolak memberikan jumlahnya untuk alasan keamanan. Polisi Ottawa telah memerintahkan setiap petugas yang tidak dijadwalkan cuti tahunan untuk bertugas pada Sabtu.

Polisi memperkirakan bahwa hingga 500.000 orang akan menghadiri acara di Parliament Hill dan tempat-tempat terdekat dari Sabtu sampai Senin, yang juga merupakan hari libur nasional.

Tingkat ancaman di Kanada ada di tingkat medium sejak Oktober 2014, ketika seorang pria bersenjata membunuh seorang tentara dan kemudian menyerbu masuk ke Parlemen sebelum ditembak mati.

Sebelumnya di Inggris dilaporkan telah terjadi serangan beruntun dalam dua bulan terakhir. Beberapa waktu lalu, seorang pria dengan mengendarai van menabrak kerumunan jamaah yang meninggalkan sebuah masjid di London dan menewaskan satu orang.

Pada awal Juni, sejumlah terduga pegaris keras mengendarai van dengan kecepatan tinggi lalu menyeruduk pejalan kaki di Jembatan London sebelum melakukan penusukan di jalan dan bar terdekat.

Polisi bersenjata bergegas ke tempat kejadian dan menembak mati tiga pria penyerang itu di daerah Pasar Borough dekat jembatan tersebut, dengan pihak berwenang memperingatkan warga London melalui Twitter untuk “berlari, bersembunyi, memberi tahu” jika terjebak dalam kekerasan.

Serangan tersebut terjadi beberapa hari menjelang pemilihan umum 8 Juni dan kurang dari dua minggu setelah seorang pelaku bom bunuh diri membunuh 22 orang di sebuah konser pop penyanyi AS Ariana Grande di Manchester, Inggris utara. [©-ant/aja]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Utusan PBB Prihatin dengan Peningkatan Kerusuhan di Timur Tengah

New York, Utusan PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah telah mengatakan kepada Dewan Ke…