Home GALERI FOTO GALERI SULUT Yasona – Olly Buka PKR Nasional, PGI dan Sinode GMIM 2017

Yasona – Olly Buka PKR Nasional, PGI dan Sinode GMIM 2017

0
0
2,791

Olly berharap, Perkemahan Remaja (PKR) Nasional, PGI dan Sinode GMIM 2017 dapat memberikan output positif bagi pertumbuhan iman para remaja.

CELEBES NEWS – Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna H. Laoly bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membuka Perkemahan Kreatif Remaja (PKR) Nasional Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Sinode GMIM  2017 yang dihadiri ribuan remaja di Bumi Perkemahan Lengkoan Leilem Kabupaten Minahasa, Senin, (26/6/2017 ) Kemarin.

Acara di awali Ibadah yang di pimpin oleh Pdt.Hendry Runtuwene S.Th dengan mengutip ayat Alkitab Matius 5 : 13-16 Tentang (Garam dunia dan terang dunia). Runtuwene mengatakan, remaja gereja harus berfungsi untuk mengarami remaja yang ada di daerah dan bangsa indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly SH MSc Ph.D mengungkapkan  rasa sukacita hadir  dalam kegiatan Perkemahan Kretif Remaja (PKR) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dan Remaja GMIM. Pasalnya, isu ditengah masyarakat kini mulai marak dengan mengatasnamakan  agama lunturnya kebangsaan atau nasionalisme.

“Kita perlu tahu apa itu bangsa yang artinya adalah sekelompok manusia yang hidup dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki rasa persatuan yang timbul karena pengalaman sejarah yang sama serta memiliki cita-cita   bersama yang ingin dilaksanakan di dalam negara yang berbentuk negara nasional sedangkan nasional adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia yang menimbulkan kesadaran sebagai suatu bangsa, serta di pengaruhi faktor politik, ekonomi sosial dan intelektual yang terjadi dalam lingkungan kebudayaan melalui proses sejarah (historis),” ujarnya.

Menurut dia, Nasionalisme berperan sebagai identitas negara, serta tali pengikat antara jati diri bangsa dengan warga negaranya, bangsa dan nasionalisme berfokus pada nilai- nilai kebudayaan bangsa secara menonjol dan termasuk bahasa didalamnya. Nasionalisme, kata dia,  memiliki arti sebagai suatu perasaan mencintai bangsa dan negara dari seluruh aspek yang ada, semangat kabangsaan dan patriotisme dapat di tumbuhkan melalui peran keluarga.

“Keluarga memberikan pendidikan sejak dini dan memberikan contoh atau teladan tentang rasa kecintaan dan penghormatan pada bangsa, begitu pula dengan peran pendidikan memberikan pelajaran tentang pancasila dan kewarganegaraan dan bela negara serta melatih untuk aktif berorganisasi serta mengadakan upacara setiap senin dan hari besar nasional,” kata Yasonna Laoly.

Sementara, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengucapkan, puji dan syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus, atas limpahan kasih dan karunia-Nya sehingga dapat di pertemukan di tempat ini, serangkaian dengan pelaksanaan pembukaan perkemahan kreatif remaja nasional (PGI) dan Sinode GMIM tahun 2017.

“Sehubungan dengan itu atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, juga selaku Ketua Umum Panitia Perkemahan Kreatif Remaja Nasional (PGI) dan Sinode GMIM tahun 2017. Saya memberikan apresiasi dam ucapan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini, khususnya kepada segenap panitia penyelenggara dan berbagai pihak yang telah ikut berkontribusi,” paparnya.

Olly menyampaikan ucapan selamat kepada anak-anak para remaja sekalian yang mengikuti perkemahan. Dia berharap,  kegiatan tersebut dapat memberikan output positif bagi pertumbuhan iman para remaja. Sehingga bisa menjadi kader-kader penerus dalam mencapai cita-cita gereja, bangsa dan negara tercinta.

“Dalam siklus kehidupan manusia ada masa ketika kita menginjak kaki di usia muda, namun ada saatnya masa tersebut harus kita tinggalkan. Akan tetapi, hal yang terpenting dalam kehidupan umat percaya adalah membuat setiap masa kehidupan menjadi berarti dengan polesan pengabdian dan goresa karya yang bernilai bagi sesama, serta berharga di mata Tuhan,” harap Gubernur Olly.

Terkait kegiatan tersebut, kata Olly, dirinya akan menyampaikan konsep rangkaian acara yang di ikuti peserta remaja. Selain kebersamaan, melalui kegiatan tersebut akan terbangun aspek kecerdasan spritual, emosional, dan sosial.

“Saya berharap momentum ini dapat juga di manfaatkan sebagai wahana penanaman wawasan kebangsaan, jiwa patriotisme, pembudayaan dan pengamalan nilai-nilai dari empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” terangnya.

Kepada GMIM Minahasa dan PGI, Olly berharap, kegiatan-kegiatan bernilai konstruktif yang dapat dilaksanakan dan dikembangkan dari pelaksanaan untuk setiap aspek.

Dia juga menghimbau kepada para remaja untuk menjadi generasi yang takut akan Tuhan serta generasi cerdas yang jauh dari narkoba, miras, pornografi dan sekaligus senantiasa tampil sebagai generasi pemersatu bangsa, yang sadar keberagaman bangsa ini adalah karunia Tuhan yang harus di jaga dan dilestarikan serta dimanfaatkan sebagai potensi daerah.

Kegiatan PKR, PGI dan Sinode GMIM 2017 dihadiri Majelis Pekerja Harian PGI Ari Moningka, Kapolda Sulut Irjen  Pol Drs Bambang Waskito, Sekertaris BPMS GMIM Pdt DR Hendry Runtuwene, Sekprov Sulut Edwin Silangen SE MS, Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow Bupati Mitra James Sumendap SH, dan pejabat Eselon II  dilingkup Pemprov Sulut. [©-rfm/ike]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Menikmati Keindahan Gunung Soputan