Home PROFIL PROFIL MINAHASA Inilah Kiprah Fashion Designer Marselina Anggi

Inilah Kiprah Fashion Designer Marselina Anggi

0
0
2,156

Kenalkan Batik Minahasa hingga ke Amsterdam.

CELEBES NEWS – Sosok Marselina Anggita Manalu mulai dikenal saat gadis kelahiran Manado, 18 Maret 1995 ini merancang busana dari batik Minahasa. Apalagi Anggi pernah mengikuti pagelaran batik Minahasa di Teling Hilss, dua bulan lalu.

Anggi mengaku, sejak 2014 tertarik dengan batik Minahasa. Menurut dia, batik adalah identitas suatu daerah serta memiliki motif yang berkesan etnik dan berbeda dengan model pada umumnya. “Untuk desain busananya, akan saya angkat sesuai dengan kekhasan Minahasa, yakni burung pisok, daun gedi, dan burung manguni,” ujarnya.

Alumni Maranatha Christian University ini mengikuti Sulut Expo Nederland, Sabtu (25/3/2017). Kehadiran Wale Batik Minahasa rancangannya menjadi kejutan. Sebelumnya, pada Kamis (23/3/2017) lalu, batik Minahasa juga telah mencuri perhatian saat ditampilkan di Tourism Trade Investment (TTI) Forum di KBRI Den Haag.

Di Hall Event Fokker Center Horfdorrp,
para model yang tampil di antaranya Lois Tangel (Putri Pariwisata Indonesia), Sophy America dan Angel Lefrant, seorang model profesional Belanda, serta Charity De Chalone, runner-up Miss Indonechis 2014.

Koleksi gaun batik Minahasa yang ditampilkan di  Amsterdam, Belanda termasuk kategori Ready to Wear Deluxe yang berbahan dasar kain katun produksi Wale Batik Minahasa. Gaun tersebut ditampilkan dalam beberapa style, seperti street style dan evening gown, dengan perpaduan kultur Indonesia yang dikemas secara modern.

Meski dikemas modern, gaun batik Minahasa tetap memiliki unsur tradisional yang khas, menunjukkan budaya Indonesia.

“Koleksi ini dirancang khusus bagi wanita yang aktif dan tetap ingin tampil trendi dalam balutan sebuah kain tradisional,” tutur Marselina Anggi.

Sementara, Hizkia Lendeon, salah seorang pecinta batik Minahasa menjelaskan, motif batik Minahasa memiliki gambar besar, memiliki makna jatidiri orang Minahasa. “Ketegasan dari etnis ini sangat terlihat. Mungkin batik lain memiliki desain batik yang lebih detail tapi batik Minahasa tidak seperti itu.  Itulah jatidiri kita,” paparnya.

Desain batik Minahasa, kata Hizkia Lendeon, memiliki motif khas, beda dengan batik lain, seperti batik manguni yang tampak khas identik dengan maskulin. “Desain yang ditawarkan Marselina ini berhasil mengubah cara pandang motif burung Manguni. Desainnya ringan, mudah diterima pecinta batik Minahasa dari berbagai kalangan,” terangnya. [©-hrm/ike]

  • Lorem Ipsum

    "Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci vel…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Lorem Ipsum

"Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci vel…