Home CAKRAWALA HUKUM Sidang Kasus Investasi CV Net-in Kembali Ditunda

Sidang Kasus Investasi CV Net-in Kembali Ditunda

0
0
1,605

Sudah berkali-kali sidang tindak pidana perbankan ini ditunda dengan alasan yang tidak jelas.

CELEBES NEWS – Hampir setahun kasus tindak pidana perbankan CV Net-In, dengan terdakwa SR, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Manado. Namun, belakangan sidang sering ditunda tanpa alasan jelas.

Rabu (10/5/2017), sidang kembali ditunda karena majelis hakim yang memimpin perkara ini, Vincentius Banar, berhalangan.

Humas PN Manado Alfi Usup mengaku belum mengetahui alasan ketidakhadiran Banar. “Nanti saya kroscek dulu sama beliau ya, karena alasan penundaannya juga belum jelas,” ujar Usup saat disambangi di ruang kerjanya.

Persidangan kasus ini awalnya berjalan lancar. Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim selalu hadir di persidangan untuk memproses perkara ini. Namun, akhir-akhir ini sidang sering ditunda sehingga pihak investor dan oartner yang menjadi korban kasus ini, harus kecewa.

“Entah apa maksud hakim dan pengacara sehingga mereka terus-menerus menunda sidang putusan,” ujar Feiby, seorang investor yang terus memantau perkembangan perkara ini.

Meskipun demikian, mereka masih berharap Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar dapat memberikan putusan seadil-adilnya karena perkara korbannya sangat banyak. “Kami berharap, saat pembacaan putusan nanti, ketua majelis hakim langsung mengeksekusi atau melakukan penahanan kembali terhadap terdakwa. Kasus ini korbannya sangat banyak, kiranya hakim bijaksana dalam memutuskan perkara ini,” tutur Feiby.

Selain terdakwa SR, saudaranya berinisial FR juga ditetapkan sebagai terdakwa atas dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan keduanya saat mendirikan perusahaan dengan nama CV Net-Invest Manado. Aksi mereka berlangsung Juni hingga Agustus 2015, di Ruko Mega Smart 3, Jln AJ Sondakh, Kawasan Mega Mas, Kota Manado. Keduanya didakwa melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan perbuatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari pimpinan Bank Indonesia dengan cara mendirikan usaha dalam bentuk CV Net-In.

Dalam mendirikan usaha, keduanya menghadap Notaris Syane Loho pada 30 Juni 2015 untuk mendirikan Perseroan Komanditer bernama CV Net-In. Sesuai akta, CV yang didirikan bergerak dalam bidang usaha pembangunan dan perencanaan, perdagangan umum, peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, perindustrian, angkutan dan bengkel serta jasa, dengan terdakwa sebagai direktur .

Kedua terdakwa lalu menjadikan Akta Pendirian tersebut sebagai dasar untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk penanaman modal. Mereka em mencari orang yang disebut partner, yang diberi tugas menghimpun dana dari masyarakat. Keuntungan 100% pun dijanjikan terdakwa dalam 40-45 hari dengan investasi minimum Rp60 ribu dan maksimum Rp3,6 juta.

Setelah merekrut beberapa partner, sejumlah investor pun tertarik menginvestasikan uang mereka sebelum akhirnya digerebek pihak kepolisian pada 28 Agustus 2015, di bawah pimpinan Erson Sinaga, Kasat Reskrim Polres Manado waktu itu. Perbuatan terdakwa diduga merupakan tindak pidana perbankan  dan dijerat Pasal 46 ayat 1 UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan Pasal 55 ayat 1 KUHP. [©-all/aja]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian Terhadap PDIP, AlFian Tanjung Dituntut 3 Tahuan Penjara

JAKARTA – Jaksa meyakini Alfian terbukti secara sah dan meyakinkan telah membuat uja…