Home CAKRAWALA HUKUM Salindeho Bantah Walikota Terlibat Proyek Solar Cell

Salindeho Bantah Walikota Terlibat Proyek Solar Cell

0
0
2,610

Salindeho membantah  pertemuan di Hotel Quality Manado bersama terdakwa Marolla, Lucky, dan Robert.

CELEBES NEWS – Persidangan kasus korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Sistem Solar Cell Manado  Dinas Tata Kota (Distakot) Manado Tahun Anggaran 2014, mengungkap fakta baru. Saksi Fentje Salindeho membantah keterlibatan Walikota Manado GS Vicky Lumentut saat memberikan keterangan dalam persidangan berkas terdakwa Paulus Iwo, Ariyanti Marolla, Lucky Dandel dan Robert Wowor, Selasa (9/5/2017) sore.

Dalam persidangan, Salindeho membantah  pertemuan di Hotel Quality Manado bersama terdakwa Marolla, Lucky, dan Robert.  Kesaksian ini berbeda dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Melly Suranta Ginting, yabg secara jelas menyebutkan Salindeho turut bersama-sama dengan ketiga terdakwa di lokasi tersebut. Bahkan, Benny J Mailangkay  menyebutkan kalau saat dirinya menghadiri pertemuan di Hotel Quality Manado, saksi Salindeho juga ada.

Keterangan Salindeho yang menyebutkan bahwa dirinya bolak-balik Manado-Jakarta tanpa dibiayai negara pun, lantas menjadi perhatian serius Majelis Hakim. Mengingat, proyek PJU Solar Cell ini adalah program pemerintah melalui Distakot Manado. Bahkan, keterangan  Salindeho di persidangan, dipandang Majelis Hakim dan JPU penuh dengan kebohongan. Namun, mereka tidak mengejar pertanyaan lanjutan sebab Salindeho bakal ditetapkan sebagai tersangka pada perkara korupsi PJU Solar Cell jilid II.

Yang jelas, upaya membongkar keterlibatan Walikota Manado GS Vicky Lumentut dalam kasus ini, melalui keterangan saksi Salindeho di persidangan, masih samar. Penyidik Tipikor Polda Sulut, yang sebelumnya telah memajukan berkas keempat terdakwa ke kejaksaan dan berujung di meja hijau, masih harus bekerja keras untuk membuktikan keterlibatan Walikota.

Dalam persidangan,  selain Salindeho, JPU juga  menghadirkan dua teknisi, yakni Agus Muari dan Anwar S. Dalam keterangannya, kedua saksi menjelaskan adanya perbedaan teknis baterai dengan kontrak kerja. Perubahan spesifikasi baterai  menjadi dasar adanya kerugian negara sebesar Rp3 miliar lebih.

Saat memberikan keterangan tertulis dmdi PN Manado, Mailangkay menjelaskan keterlibatan GSVL dan Paul Nelwan dalam proyek Solar Cell ini. Menurut Mailangkay, GSVL dan Salindeho selaku Ketua Pokja ULP, terlibat dalam penentuan pemenang tender PT Subota.

Kasus PJU Solar Cell ini bermula ketika Paul Nelwan memberikan informasi kepada terdakwa Iwo bahwa akan ada tender untuk pengerjaan PJU solar cell. Iwo kemudian  menghubungi terdakwa Marolla dan meminjam perusahaan PT Subota Contractor Internasional, dengan kuasa direksi dipegang oleh terdakwa Marolla.

Proses tender belum dimulai namun Marolla telah bertandang ke Manado untuk menawarkan brosur solar cell kepada Mailangkay. Pertemuan itu diikuti terdakwa Lucky, Robert, dan saksi Salindeho. PT Subota Contractor Internasional memenangkan tender namun  proyek PJU tersebut dikerjakan tidak sesuai kontrak.

Terdakwa Iwo diduga kuat mengubah spesifikasi baterai. Akibat perbedaan spesifikasi ini, daya tahan baterai hanya 3-6 jam, dari seharusnya 10 jam per hari. [©-all/aja]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Aniaya Anak Buahnya, Wagub DKI: Silahkan Polisi Periksa Kasatpol PP DKI

JAKARTA, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan mengusung praduga tak bersa…