Home CAKRAWALA HUKUM Bantah Gelapkan Uang Mertua, Megaputeri Minta Dibebaskan

Bantah Gelapkan Uang Mertua, Megaputeri Minta Dibebaskan

0
0
2,866

Terdakwa dilaporkan oleh suaminya sendiri telah menggelapkan uang toko Cahaya Kasih Meubel serta uang milik mertuanya.

CELEBES NEWS – Megaputeri (21), terdakwa kasus pengelapan uang milik mertuanya, Ronny Albert Alexander Mawengkan, mengajukan pembelaan setelah diancam dengan tuntutan penjara dua tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mariana Matulesy. Megaputeri, melalui Penasihat Hukum (PH) Wempi H Potale, membantah semua dakwaan dan minta dibebaskan.

Menurut Potale, ada beberapa unsure dakwaan yang tidak sesuai. Megaputri didakwa oleh JPU pasal 372 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Sesuai fakta persidangan, menurut Potale, Megaputeri sama sekali tidak terlibat dalam tindak pidana penggelapan. Dalam persidangan tidak terungkap terdakwa menguasai atau memiliki uang Rp42,4 juta milik saksi Ronny Albert Alexander Mawengkang.

Menurut Potale, hal ini didukung keterangan saksi korban, saksi lain, maupun bukti petunjuk. Apalagi, saksi Saputera Wangsa menyatakan uang itu diterima dari saksi Doyten Victor Jacobus Mawengkan, bukan dari Ronny. Uang sebesar Rp26,9 juta di rekening BCA milik terdakwa, termasuk ATM-nya, dikuasai oleh suaminya, Doyten.

Penasihat hokum menyatakan, Megaputeri tidak terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan Saputera Wangsa. Dalam segala penyalahgunaan mark-up dana, sepenuhnya tanggung jawab Saputera Wangsa. Selain itu, Megaputeri juga membantu menyelesaikan permasalahan toko Cahaya Kasih Meubel milik suaminya.

Maka dengan alasan-alasan tersebut, Potale memohon Majelis Hakim menerima pembelaan ini dan menyatakan Megaputeri tidak terbukti melakukan tindak pidana seperti tuntutan. Dia meminta Majelis Hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.

Setelah ditanggapi, JPU tetap pada tuntutannya. Dalam agenda duplik, Selasa (9/5/2017) sore, penasihat hukum menilai kasus ini terkesan dipaksakan. “Kami menilai tuntutan JPU tidak berpatokan pada fakta-fakta hokum sehingga kami menilai kasus ini dipaksakan,” terang Potale.

Dalam perkara ini, semula terdakwa dilaporkan suaminya sendiri telah melakukan penggelapan uang toko Cahaya Kasih Meubel serta uang milik Ronny, mertuanya. [©-all/aja]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Seusai Diperiksa e-KTP, Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Tengah langsung Kabur 

JAKARTA, Seusai diperiksa terkait dugaan kasus e-KTP, Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah …