Home CAKRAWALA HUKUM Ibu & Bayi Meninggal, Keluarga Mengamuk di RSUP

Ibu & Bayi Meninggal, Keluarga Mengamuk di RSUP

0
0
2,279

Lekosit pasien rujukan dari RS Tobelo ini tinggi. Pihak keluarga menilai pasien tidak tertangani dengan baik.

CELEBES NEWS – Kisah memilukan dialami HT (31), warga pendatang dari Tobelo, Halmahera Utara. Wanita malang ini meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado. Tragisnya,  bayi dalam kandungannya juga ikut meninggal dunia, Senin (8/5/2017)  sekitar 06.00 Wita.

Menurut DK (28), suami almarhumah HT,  istrinya dirujuk dari RS Tobelo untuk melakukan proses persalinan di RSUP Kandou Manado. “Istri saya dirujuk karena lekositnya tinggi. Kami tiba di sini sejak 8 April 2017,” ungkap suami korban.

DK menyayangkan penanganan medis terhadap istrinya sejak berada di ruangan inap Irina D. Almarhumah yang masa kehamilannya sudah memasuki delapan bulan lebih  tidak mendapatkan pelayanan semestinya.

Pihak keluarga masih terus bersabar hingga  Rabu (3/5/2017) pekan lalu,  saat dokter menyatakan akan dilakukan operasi. Namun, rencana itu tak juga dilakukan. Tanpa pemberitahuan, operasi ternyata batal dilakukan.

“Dokter telah menyampaikan kepada kami bahwa korban akan dioperasi. Namun, saat jadwal tiba, ternyata operasi tidak dilakukan tanpa penjelasan. Kami memang peserta BPJS namun kami sempat menyampaikan siap membayar biaya tambahan operasi, asalkan korban mendapat penanganan yang baik,” jelas pihak keluarga.

Setelah operasi batal dilakukan, Jumat (5/5/2017), kondisi pasien kembali memburuk dan dipindahkan ke ruang ICU. Tangis keluarga pecah setelah ibu dan bayinya dinyatakan tidak tertolong, Senin (8/5/2017) pagi.

Kesal atas penanganan yang diduga kurang maksimal, DK  mendatangi ruangan Direktur Utama. Pihak keluarga pun melampiaskan kekesalan di ruang pemulasaran jenazah.

“Saya bawa anak saya ke rumah sakit ini karena informasi kalau rumah sakit ini pelayanannya sangat bagus. Tapi ternyata kami salah,” sesal Erik Toweka, ayah almarhumah HT.

Dia menambahkan, pelayanan buruk  sudah terlihat sejak awal HT menginap di ruang Irina D. Saat itu petugas ruangan memberikan kain seprei kotor. “Perawat beralasan sudah kehabisan seprei,” tambahnya.

Sampai saat ini Dirut RSUD Kandou dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS belum bisa dihubungi. Kasubag Humas RSUP Kandou Meyke Dondokambey juga menolak berkomentar. “Langsung saja ke kepala seksi medik,” elak Meyke. [©-all/tan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Honor Kecil, KPK Kesulitan Hadirkan Saksi Ahli

JAKARTA, KPK akui honor yang diberikan kepada saksi ahli kalah tinggi dari tersangka atau …