Home CAKRAWALA OLAHRAGA Masihkah Marquez Raja Austin?

Masihkah Marquez Raja Austin?

0
0
1,657

Kematangan membawa  Rossi memimpin klasemen. Vinales tetap ancaman utama.

CELEBES NEWS – Seri keempat MotoGP akan berlanjut di  Spanyol. Tahun 2017 ini, genap 30 kali Sirkuit Jerez menjadi tuan rumah Grand Prix. Sejak 2009, hanya musim lalu  Spanyol tidak mewakilkan pembalapnya di podium dari tiga kelas yang dilombakan di Sirkuit Jerez. Sejak  2009, baru musim lalu  Rossi mencatat kemenangan di sirkuit misterius ini.

Selama tiga musim terakhir, pemenang MotoGP Spanyol adalah pembalap yang start dari pole position. Uniknya, lima tahun terakhir, pemenang pun  berbeda, yaitu: Casey Stoner, Dani Pedrosa, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Rossi.

Selama ini,  Yamaha dan Honda sama-sama  mengkoleksi 7 kemenangan di GP Spanyol. Pasti, musim  ini akan menjadi pembuktian dua tim jawara tersebut. Mungkin race pada Minggu (7/5/2017) besok adalah saat terbaik untuk menyaksikan duel  Maverick Vinales dan Rossi (Yamaha)  dengan duet Honda,  Pedrosa dan Marquez.

The King of COTA

Marquez memiliki modal penting pada seri sebelumnya. Nasib sial yang menimpa Vinales dan ambisi tinggi membawa  Marquez naik podium tertinggi di GP Amerika,  Minggu (23/4/2017) lalu. Rasa percaya diri Marquez meletup kembali setelah gagal total pada dua seri awal musim ini.

Circuit of The Americas (COTA) menjadi awal pembuktian sang juara dunia. Rontok di GP Argentina meledakkan ambisinya. Pada menit-menit akhir sebelum start, Marquez mengganti  ban depan medium dengan hard karena suhu udara  lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya.

‘Itu balapan sulit. Saya ingin balapan dengan ban depan keras. Ban depan medium tidak akan bertahan hingga akhir balap karena saya tahu ban depan akan bekerja keras. Awalnya saya mengalami chattering (getaran –red), tapi saya mampu tampil konsisten hingga akhir balapan,” ujar Marquez.

Setelah memperhitungkan semua dengan matang, The Baby Alien mulai menjalani race dengan tenang.

Pedrosa sempat memimpin, diikuti Marquez,  Rossi, dan Vinales.  Johann Zarco di posisi kelima diikuti pembalap Ducati Jorge Lorenzo.

Drama kecepatan tinggi langsung terjadi saat balapan baru berjalan dua lap. Vinales,  sang juara di dua seri  perdana, terjatuh di tikungan 18. Vinales tak bisa menuntaskan  d balapan sehingga harapan Yamaha  tertumpu di pundak Rossi.

Marquez dengan garang menjadi pemenang setelah menyalip Pedrosa di tikungan 7 pada lap 9. “Saat  melihat Dani dan Valentino mengalami masalah dengan ban, saya yakin itulah saatnya menyerang,” ujar Marquez.

Meski Pedrosa sempat memberikan  perlawanan, Marquez akhirnya mampu finish di posisi pertama. Posisi berikutnya diisi Rossi yang berhasil menggeser Pedrosa di lap terakhir.

Kemenangannya di COTA mengukuhkan Marquez sebagai penguasa GP Amerika. Dia mengukir rekor lima  kemenangan beruntun dan selalu menempati di pole position. “Race sempurnal. Sangat konsisten, terkendali, dan saya sangat senang bisa kembali bersaing di kejuaraan ini,” ujar The Baby Alien dalam sesi konferensi pers.

Hasil itu membawa Rossi memuncaki klasemen sementara dengan 56 poin. Vinales harus turun ke peringkat kedua dengan  50 poin sementara Marquez merangsek  ke peringkat ketiga dengan 38 poin.

Drama The Doctor

Meski memimpin klasemen sementara MotoGP 2017,  Rossi  mengalami dua insiden di  COTA. Pada sesi kualifikasi  Rossi hampir bertabrakan dengan rekannya sendiri, disusul aksinya dengan Zarco saat race yang membuat Rossi mendapat penalti waktu.

Saat kualifikasi, duet Tim Movistar Yamaha hampir bertabrakan di tikungan 19. Vinales terpaksa mengalah di tikungan itu sambil mengepalkan tangan dan menggelengkan kepala.

Vinales menjelaskan, kejadian itu bukanlah faktor kesengajaan. “Saya datang dan Valentino tidak melihat saya. Sulit dimengerti tapi itu bisa terjadi dengan siapa saja.”

Rossi juga menjelaskan situasinya saat itu. “Kami tidak bersentuhan. Saya tidak tahu insiden itu,” katanya.

Setelah kualifikasi, tensi mereda. Apalagi Vinales dan Rossi menempati posisi start 2 dan 3.

Kejadian kedua terjadi saat balapan dimulai. Dalam sudut sempit pada lap -7, Zarco  memaksakan diri menyalip Rossi. Tekanan itu membuat Rossi harus melebar di tikungan. Aksi potong jalur inilah yang menyebabkan Rossi mendapat penalti  0,3 detik.

Rossi menilai penalti ini tidak tepat karena  Zarco yang memicu insiden itu. “Saya hanya punya dua pilihan,  melebar atau kami bersentuhan dan jatuh.”

Zarco  mengaku memang sangat agresif ketika memasuki tikungan ketiga sehingga kontak fisik hampir terjadi. Setelah mampu melewati Pedrosa,Rossi terus memacu Yamaha YZR-M1 tunggangan nya seolah tidak terlalu terpengaruh penalti, masuk garis finish di posisi kedua Rossi mampu memangkas waktu lebih baik sehingga melewati waktu 0,3 detik penalti  dan dua detik lebih cepat dibandingkan Pedrosa.

COTA meminta korban. Selain Vinales, empat pembalap lain juga gagal finis, yaitu Loris Baz (Avintia Racing) , Pol Espargaro (KTM), Sam Lowes (Aprilia) l, dan Karel Abraham (Aspar Team). [©-tan, dari berbagai sumber]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kalteng Putra Percaya Diri Hadapi Mitra Kukar

TENGGARONG, Penampilan luar biasa skuad Kalteng Putra di turnamen pra musim Piala Presiden…