Home CAKRAWALA LIFESTYLE Sebuah Film Telusuri Cara-Cara Inovatif untuk Perangi Perubahan Iklim

Sebuah Film Telusuri Cara-Cara Inovatif untuk Perangi Perubahan Iklim

0
0
2,301

Sebuah dokumenter pemenang penghargaan di Perancis telah menunjukkan cara inovatif para petani dan pihak lain yang berupaya membuat planet ini menjadi tempat yang lebih hijau dan lebih ramah lingkungan.

CELEBES NEWS – Pemenang penghargaan César 2016 untuk film dokumenter terbaik “Tomorrow” menggambarkan sutradara Cyril Dion dan Mélanie Laurent menjelajahi dunia untuk mencari cara-cara mengatasi masalah lingkungan.

Gunung berapi Islandia, daerah kumuh India dan lahan pertanian Perancis, termasuk beberapa tempat yang mereka kunjungi untuk menceritakan kisah orang-orang biasa yang memerangi perubahan iklim.

Keputusan untuk menjauhi narasi hari kiamat, seperti yang baru-baru ini terlihat dalam film Leonardo DiCaprio “Before the Flood” muncul setelah menyadari bahwa pendekatan semacam itu gagal memicu orang untuk bertindak, kata Dion.

“Ketika kita berfokus pada malapetaka, dan pada hal-hal yang menimbulkan ketakutan, hal itu memicu mekanisme penolakan, keinginan untuk lari dan ketakutan di otak,” kata aktivis lingkungan dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters menjelang rilis film itu pada hari Jumat di AS.

Film “Tomorrow” dimulai di Amerika Serikat, di mana dua profesor California mendiskusikan studi penting mereka pada tahun 2012 yang menyimpulkan bahwa perubahan iklim dapat menandakan sebuah siklus baru kepunahan massal.

Segera setelah itu, Dion dan Laurent, aktris Perancis yang dikenal karena perannya dalam “Inglourious Basterds” melanjutkan perjalanan keliling dunia.

Bercocok tanam di lahan publik

Di Inggris, mereka mengunjungi pasar kota Todmorden di mana penduduk telah memanfaatkan lahan publik untuk menanam buah-buahan, sayuran dan rempah-rempah yang boleh dipetik oleh siapa saja.

Di kota Lille, Perancis, CEO sebuah perusahaan amplop menunjukkan kepada mereka bagaimana bambu ditanam di dalam air limbah pabrik itu untuk dijadikan bahan bakar tungku pemanas.

Dan di Kopenhagen, perencana lokal menjelaskan bagaimana pembangunan jalur-jalur sepeda merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan ibu kota pertama yang bebas karbon pada tahun 2025.

“Kita tidak membangun kota-kota yang menyenangkan mobil, membuat perencana dan arsitek modern bahagia,” kata Jan Gehl, seorang arsitek dan perencana kota setempat, dalam film tersebut. “Kita harus membuat kota agar warga bisa memiliki kehidupan yang baik dan menyenangkan.”

Dion mengatakan yakin film ini akan menarik perhatian pemirsa Amerika meskipun banyak anggota parlemen AS yang skeptis terhadap perubahan iklim dan menentang peraturan untuk mengatasinya.

Sejak dilantik pada bulan Januari, Presiden Donald Trump telah mengambil beberapa langkah untuk membatalkan peraturan perubahan iklim yang diberlakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Trump juga berjanji selama kampanye pemilihannya untuk menarik Amerika Serikat keluar dari pakta perubahan iklim global yang dicapai di Paris pada tahun 2015. [©-VOA/i501]

http://www.voaindonesia.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Didapuk Pembawa Obor Asian Games, Mikha Tabayong Latihan Lari Keliling Kampung

JAKARTA, Mikha Tabayong mengaku bukan atlet tapi dalam membawa api obor Asian Games dia te…