Home CAKRAWALA OLAHRAGA Menanti Pembuktian Vinales di GP Amerika

Menanti Pembuktian Vinales di GP Amerika

0
0
2,270

Marquez tetap ngotot berjuang mempertahankan reputasi sebagai jawara.

CELEBES NEWS – Pemuda  22 tahun bernama Maverick Vinales benar-benar membuat kejutan pada gelaran GP 2017. Dikenal dengan sebutan Top Gun, Vinales meraih debut manis bersama tim Movistar Yamaha dengan raihan dua kali juara  dalam dua race awal GP 2017. Yamaha YZR-M1 yang ditungganginya  memang lebih unggul dari Honda RC213V milik Marquez. Tapi, bila berbicara tentang race ketiga yang akan dilaksanakan di Circuit of The Americas (COTA), Minggu (23/4/2017), bisa jadi pertarungan akan berbeda.

Memiliki trek lurus sepanjang 1,2 km Circuit of The Americas memungkinkan para rider bisa mencapai kecepatan 340 km per jam. Dalam rilis Yamaha, Vinales menyampaikan bahwa dirinya menyukai bentuk trek COTA yang naik-turun dan memiliki beragam tikungan. Harap dicatat, Marquez tercatat sebagai juara selama empat musim berturut-turut di GP Amerika.

Sejak COTA masuk kalender MotoGP pada musim 2013, hanya ada satu langganan juara, yaitu Marquez (2013, 2014, 2015, 2016). Dengan rekor ini, Marquez tidak bisa dipandang sebelah mata oleh siapapun. Race di COTA akan menjadi saksi pembuktian ketangguhan Marquez di GP 2016.

Di race sebelumnya, GP Argentina (9/4/2017), drama terjadi di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Pembalap Tim Movistar Yamaha Maverick Vinales menjadi yang terdepan. Vinales mengakui dirinya sudah menyatu dengan motor Yamaha YZR-M1.

Sebenarnya harapan tinggi ada di pundak Marquez.  The Baby Alien ini terbukti selalu berhasil meraih pole position selama empat tahun berturut-turut di Termas de Rio Hondo.

Marquez memilih menggunakan ban depan hard, yang menghasilkan pengereman berat dengan risiko daya akselerasi berkurang. Hasilnya terlihat di awal race saat The Baby Alien langsung memimpin dan menjaga jarak dengan rider lain di awal race. Namun, penggunaan jenis ban ini membawa risiko besar. Marquez  tergelincir saat melewati tikungan kedua pada keempat.  Tekanan sebagai juara bertahan membuat Marquez seperti kehilangan kendali atas diri sendiri.

Lintasan Termas de Rio Hondo yang bergelombang dan licin menjadi mimpi buruk bagi tim-tim pabrikan. Repsol Honda, Suzuki, Ducati, dan Aprilia mencatat hasil buruk dengan kegagalan  menyumbangkan poin. Dari Repsol Honda, Marquez menjadi korban pertama lintasan ini, disusul rekan satu timnya, Dani Pedrosa yang juga terjatuh di tikungan yang sama pada lap ke-14.

Dari Yamaha,  Alex Rins yang turun balapan dalam keadaan cedera tulang engkel, pada lap ketujuh terjatuh dan memutuskan tidak meneruskan lomba. Pasangan Alex, Andrea Iannone, diputuskan melakukan jump start setelah kehilangan banyak posisi akibat tabrakan dengan Lorenzo di tikungan pertama. Rider Ducati Jorge Lorenzo yang memulai start pada posisi ke-16 harus terjatuh di tikungan pertama kerena kehilangan keseimbangan setelah bannya menyentuh motor Andrea Iannone.

Duet Lorenzo-Andrea Dovisio tersambar oleh Aleix Espargaró (Aprilia) pada lap ke-15. Kedua rider terjatuh sekaligus sehingga Aprilia gagal meraih poin, karena pada tiga lap sebelumnya Sam Lowes terpaksa masuk ke paddock akibat masalah gearbox.

Meski Sirkuit Termas de Rio Hondo sulit ditaklukkan, tim Movistar Yamaha dengan duet Maverick Vinales dan Valentino Rossi berhasil meraih podium pertama dan kedua. [©-tan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Piala AFC U-19, Indonesia Ditaklukan Qatar 5-6

JAKARTA, Akibat kekalahan ini, posisi Indonesia pun terancam gagal lolos ke babak 8 besar.…