Home CAKRAWALA HUKUM Mengaku WNI & Palsukan Dokumen, WNA China Diadili

Mengaku WNI & Palsukan Dokumen, WNA China Diadili

0
1
2,295

Pemalsuan dokumen terbongkar ketika Xie Xongbao tidak bisa berbahasa Indonesia dalam wawancara pengurusan paspor.

CELEBES NEWS – Xie Xongbao alias Yesaya Boarin, warganegara asing (WNA) asal China harus berurusan dengan Dinas Imigrasi Kota Manado. Dirinya diketahui memberikan data tidak sah atau keterangan tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan Republik Indonesia saat mengurus paspor di Kantor Imigrasi Manado.

Kasus ini pun sudah berlabuh di Pengadilan Negeri Manado, Kamis (20/04/2017) sore. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Tendean menghadirkan tiga orang saksi dari Dinas Imigrasi Kota Manado, yaitu Andika Haryono,Nouke Pangemananan, dan Frangky Kaemong.

Andika menerangkan. saat diwawancarai untuk pengurusan paspor, terdakwa sedikit kebingungan menjawab pertanyaan dalam bahasa Indonesia, apalagi bahasa Manado. Namun, saat diwawancarai dalam bahasa Tiongkok, terdakwa mampu menjawab dengan lancar.

“Dari situ, saya mulai curiga. Apalagi tingkah lakunya mencurigakan. Saya kemudian melaporkannya kepada bagian Wasdakim,” jelas Andika di hadapan Ketua Majelis Hakim Alfi Usup.

Nouke, yang menangani pengurusan berkas, mengaku telah memeriksa data pengurusan paspor dan diduga tidak benar. “Kami menduga ada berkas yang tidak sesuai sehingga kami kordinasikan dengan pimpinan untuk diproses lebih lanjut,” akunya.

Dalam dakwaan, terdakwa tertangkap tangan pada 1 November 2016 di Kantor Imigrasi Kota Manado saat mengajukan permohonan surat perjalanan Republik Indonesia. Saat itu dia mengajukan permohonan dokumen dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran yang diduga palsu.

Penyidik Imigrasi kemudian melakukan pemeriksaan dan diketahui terdakwa adalah warganegara China pemegang Pasport G 60888966 dengan masa berlaku  hingga 2022. Terdakwa dituduh bertanggung jawab telah mencoba mendapatkan dokumen dengan memberikan keterangan tidak benar. Terdakwa melaporkan diri sebagai WNI meskipun tercatat sebagai warganegara China.

Terdakwa diancam dengan Pasal 126 Huruf (C) Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana 5 tahun dan denda Rp500 juta. [©-all/ton]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Terjerat Korupsi Meikarta, Bupati Bekasi Minta Maaf

JAKARTA, “Saya Neneng Hasanah Yasin mengucapkan permohoann maaf yang sebesar besarny…