Home CAKRAWALA HUKUM Terdakwa Kasus Net In Terancam 10 Tahun Penjara

Terdakwa Kasus Net In Terancam 10 Tahun Penjara

0
0
2,283

JPU menilai Focksy terbukti bersalah.

CELEBES NEWS – Sidang lanjutan kasus Net Invest ( Net In) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (5/4/2017). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudy Kayadoe menuntut terdakwa Focksy dengan ancaman 10 tahun penjara.

Dalam tuntutannya, Rudi menegaskan terdakwa bersalah dan terbukti melanggar Pasal 46 Ayat 1 UU No 10 tahun 1998  tentang Perbankan dan Pasal 55 Ayat 1 KUHPidana.

Sementara itu, usai mendengar tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan. “Sidang ditunda untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa beserta penasihat hukumnya,” jelasnya.

Sidang dihadiri dua ahli tindak pidana perbankan dari terdakwa, yakni Abdurahman Konoras dan Michael Barahama. Kedua ahli tersebut tidak setuju atas tuntutan terhadap terdakwa.

“Menurut kami, seharusnya terdakwa dikenakan pasal penipuan atau penggelapan. Tidak ada unsur tindak perbankan dalam kasus ini,” papar Konoras dan Barahama.

Menurut kedua ahli tersebut, seharusnya dalam proses awal penyelidikan dan penyidikan dilibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlebih dahulu.

“Untuk membuat terang perkara dimaksud, apakah memenuhi tindak pidana perbankan atau tidak, OJK yang dipersamakan dengan Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) sebagaimana amanat UU, harus dilibatkan dalam proses, baik penyelidikan dan penyidikan,” kata kedua ahli tindak pidana perbankan tersebut.

Konoras dan Barahama mengatakan jika ditemukan indikasi tindak pidana perbankan, saat itu CV Net In dibekukan terlebih dahulu oleh OJK.

Diketahui,  kasus terdakwa terjadi di rentang waktu Juni hingga 28 Agustus 2015, bertempat di Ruko Mega Smart 3 Jalan AJ Sondakh Nomor 10. Saat itu, terdakwa bersama-sama dengan Mitha (berkas terpisah),
menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari pimpinan Bank Indonesia. Keduanya mendirikan usaha dalam bentuk CV Net Invest.

Keduanya  menghadap notaris Syane Loho untuk mendirikan perseroan komanditer dengan nama CV Net In, untuk pendirian perencanaan, perdagangan umum, perikanan, perkebunan, kehutanan, perindustrian, angkutan dan bengkel serta jasa. Mereka bertanggung jawab penuh atas pengurusan dan pemilikan perusahaan.

Terdakwa menghimpun dana masyarakat untuk penanaman modal. Kemudian, mereka mengembangkan jaringan sendiri dengan merekrut masyarakat sebagai mitra. [©-all/Ike)]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Dugaan Korupsi Jalan Nangka, Mantan Wali Kota Depok Dicegah ke Luar Negeri

JAKARTA, Dugaan korupsi jalan nangka Negara dirugikan Rp 10,7 miliar. …