Home PROFIL PROFIL BOLMONG TIMUR Sehan Salim Landjar, Bupati Sekaligus Ulama

Sehan Salim Landjar, Bupati Sekaligus Ulama

0
0
2,039

Sehan tidak mau lagi melihat ada ASN mengenakan kaos dan celana jins di kantor. Bahkan, dia menginstruksikan seluruh SKPD menganggarkan pengadaan batik.

 

CELEBES NEWS – Nama Sehan Salim Landjar SH tak asing bagi warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Ya, Sehan Landjar adalah Bupati Boltim yang dua kali terpilih. Pada periode kedua, dia berpasangan dengan Drs Rusdi Gumalangit. Sehan-Rusdi resmi dilantik serta dikukuhkan sebagai Bupati periode 2016-2021 oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven Kandow di Manado, Rabu (17/02/16).

Sehan Landjar – Rusdi memenangkan pemilihan bupati pada 9 Desember 2015. “Kami selaku Bupati dan Wakil Bupati Boltim mengucapkan terima kasih atas dukungan serta doa para simpatisan dan pendukung. Tak hanya memberikan dukungan tetapi tampaknya semua simpatisan ikut mendampingi saya hingga ke acara pelantikan di Manado” aku Sehan usai pelantikan, menyikapi banyaknya pendukung yang menghadiri pelantikan.

Di mata sahabat dekat, Sehan adalah politisi ulung. Sehan memiliki kemampuan mengukur diri dan cair. Itulah sebabnya Sehan dengan relatif mudah memenangkan hati rakyat Boltim.

Di tangannya, banyak masalah daerah yang dituntaskan. Sehan menyoroti kondisi jalan nasional Buyat –Molobog yang rusak dan memrihatinkan. Khususnya ruas jalan antara Desa Togid sampai Desa Motongkad. Sehan pun mendesak agar Balai Jalan Nasional Sulawesi Utara (Sulut) segera melakukan penanggulangan kerusakan jalan itu.

Sejak 2012, dia sudah memberi masukan kepada Balai Jalan Sulut, melalui penanggung jawab pekerjaan waktu itu, agar ruas jalan Buyat-Molobog di Desa Togid dipindah titik koordinatnya. Kontur tanah di wilayah itu sangat labil karena ada sungai di bawah jalan.

Sehat juga tegas. Dia menegakkan disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Boltim. Penegakan disiplin ternyata bukan hanya pada peraturan etos kerja tapi menyangkut seragam ASN. Sehan menyayangkan, belakangan ini tidak sedikit ASN Boltim yang mengenakan kaos dan celana jins pada hari Jumat. Padahal, pada hari kerja seyogyanya seorang ASN berpakaian sebagaimana abdi negara.

Sehan pun memperingatkan kebiasaan itu. Dia tidak mau lagi melihat ada ASN yang mengenakan kaos dan celana jins di kantor. Bahkan, dia menginstruksikan kepada seluruh SKPD agar menganggarkan pengadaan pakaian batik untuk pegawai.

Posisinya sebagai Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut jelas sangat strategis. Sehan memang orator ulung. Lihat saja ketika dia berorasi pada kampanye pasangan Salihi B Mokodongan dan Jefry Tumelap di Lapangan Inobonto. Sehan memperjelas sikap PAN Sulut dalam Pilkada Bolmong meskipun DPP PAN justru mengusung pasangan calon Yasti Yanny. Sehan mengimbau warga untuk menghindari politik uang.

Sebagai Ketua DPW PAN, Sehan juga menjadi panutan di bidang agama. Dalam berbagai kesempatan, Sehan didaulat menjadi pemuka agama. Misalnya pada shalat Idul Adha 1437 H di Lapangan Pondabo Tutuyan, Sehan bertindak sebagai khatib. Sehan menyampaikan, Idhul Adha bertepatan dengan pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah oleh jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji. Saat wukuf, semua jemaah menggunakan pakaian ikhram tidak berjahit, cermin tidak ada perbedaan antara kaya-miskin, pejabat-bawahan, juragan-pekerja. [©-dari berbagai sumber]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *