Home DENGAR PALAKAT DENGAR PALAKAT GORONTALO UTARA Tolak HTI, Puluhan Warga Gorut Unjuk Rasa

Tolak HTI, Puluhan Warga Gorut Unjuk Rasa

0
0
2,210

Keberadaan HTI  dituding merusak sumber daya alam yang menyebabkan banjir dan rusaknya jaringan PDAM.

CELEBES NEWS – Pesatnya perkembangan konsesi HTI atau Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan kapasitas industri pulp dan kertas yang membutuhkan supply bahan baku sebesar 36 juta m3/tahun. Hal tersebut berdampak di salah satu Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), tepatnya di Desa Boalemo.

Puluhan warga desa Boalemo menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Gorut pada Rabu (29/3/2017). Mereka menuntut agar pemerintah daerah bisa membebaskan kawasan hutan yang menjadi area konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di desa mereka.

Dalam orasinya, mereka menuding keberadaan HTI menjadi biang keladi rusaknya sumber daya alam yang menyebabkan banjir. Selain itu, HTI penyebab rusaknya jaringan PDAM. “Hari ini kami datang, menyampaikan aspirasi, agar bisa didengar oleh pemerintah agar kiranya HTI dikeluarkan dari di desa Boalemo,” ujar orator bernama Endi Dali.

Mereka juga menyentil soal program reboisasi yang dicanangkan pemerintah belum lama ini lewat tanaman sejuta pohon keberadaan HTI menyebabkan rusaknya hutan lindung. ”HTI telah melanggar surat menteri kehutanan. Sehingga itu kami minta pemerintah menindaklanjuti aspirasi kami’ tegas mereka.

Sementara, Pemkab Gorut melalui Kepala Kesbangpol A. Paudi yang menyambut warga desa Boalemo. Sontak, warga pun menolak, karena hanya disambut kepala kesbang. Karena diwaktu bersamaan, bupati dan wakil bupati sedang tugas luar daerah. Namun sempat ditolak massa, A Paudi mengatakan ia telah mendengar apa yang menjadi tuntutan warga.

“Aspirasi ini akan disampaikan langsung kepada bupati dan wakilnya, sepulang dari luar daerah, “ papar A. Paudi

Meski demikian, Massa terus melakukan orasi, dan tak lama kemudian, mereka bubar secara tertib, dan berjanji akan menunggu reaksi pemerintah daerah atas tuntutan mereka.

Sementara itu pihak HTI melalui Deputi GM FPD Region Chaidir Noor enggan memberikan tanggapan terkait tuntutan warga desa dalam aksi demo tersebut. Hal senada juga dilakukan oleh eksternal Relationship HTI Mansir Mudeng. [©-ist]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *