Home PROFIL PROFIL BITUNG Kota Bitung: Kota Industri Perikanan

Kota Bitung: Kota Industri Perikanan

0
0
2,751

Dari sebuah desa, Bitung berubah menjadi kota pelabuhan karena lokasi sangat strategis.

KOTA Bitung menjelma menjadi kota dengan kemajuan paling menonjol di Sulawesi Utara. Kota ini bergerak sangat cepat berkat terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan. Kota Bitung dikenal sebagai kota industri, khususnya industri perikanan.

Kota Bitung terletak di timur laut Tanah Minahasa. Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Dua Saudara dan Pulau Lembeh. Banyak penduduk Kota Bitung berasal dari suku Sangir sehingga kebudayaan masyarakatnya pun tak jauh beda dengan kebudayaan di wilayah Nusa Utara tersebut.

Menurut Wikipedia, nama Bitung diambil dari nama sebuah pohon yang banyak tumbuh di daerah utara jazirah Pulau Sulawesi. Penduduk yang pertama memberikan nama Bitung adalah Dotu Hermanus Sompotan, yang dalam bahasa daerah disebut dengan Tundu’an atau pemimpin. Dotu Hermanus Sompotan datang bersama Dotu Rotti, Dotu Wullur, Dotu Ganda, Dotu Katuuk, Dotu Lengkong.

Dotu adalah orang yang dituakan atau gelar kepemimpinan pada saat itu, seperti penggunaan kata Datuk di Sumatera. Mereka semua dikenal dengan sebutan Enam  Dotu Tumani Bitung. Keenam Dotu dari etnis Tonsea, Minahasa itu membuka dan menggarap daerah tersebut menjadi daerah yang layak dihuni.

Daerah pantai yang baru ini ternyata menarik minat orang untuk datang dan tinggal. Lama-kelamaan, penduduk Bitung bertambah. Sebelum menjadi kota, Bitung hanyalah sebuah desa yang dipimpin Arklaus Sompotan sebagai Hukum Tua (Lurah) pertama. Dia memimpin selama kurang lebih 25 tahun. Saat itu, Desa Bitung masuk Kecamatan Kauditan.

Sekitar 1940-an, para pengusaha perikanan tertarik dengan keberadaan Bitung dibandingkan Kema (di wilayah Kabupaten Minahasa Utara sekarang –red), yang sebelumnya menjadi pelabuhan perdagangan. Bitung lebih strategis dan bisa dijadikan pelabuhan pengganti.

Seiring perkembangan, Bitung berkembang pesat dan jumlah penduduk pun bertambah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1975 tanggal 10 April 1975, Bitung resmi menjadi Kota Administratif pertama di Indonesia. [©-dari berbagai sumber]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *