Home KAWANUA KAWANUA GORONTALO Spesies Burung di Danau Limboto Bisa Jadi Ekowisata

Spesies Burung di Danau Limboto Bisa Jadi Ekowisata

0
0
2,325

Danau Limboto dihuni sekitar 85 jenis burung dari 32 suku.

CELEBES NEWS – keberagaman spesies burung di Danau Limboto berpotensi besar untuk dikelola menjadi obyek ekowisata. Beragam aktivitas dapat dilakukan, seperti pengamatan burung lokal dan burung migran, fotografi, hingga penelitian-penelitian terkait kondisi dan habitat burung di danau tersebut.

Demikian disampaikan anggota Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) Rosyid Azhar di Gorontalo. “Selain jaraknya yang dekat dari pusat kota dan akses yang mudah, wisatawan dapat menikmati aktivitas burung-burung tersebut, yang mungkin tidak mudah ditemukan di tempat lain,” ujarnya di Gorontalo, Senin (27/3/2017), seperti dikutip Antara.

Pada 2016, ahli biodiversitas burung Indonesia Panji Ahmad Fauzan menyatakan, Danau Limboto dihuni oleh sekitar 85 jenis burung dari 32 suku (family). Data tersebut merupakan hasil pengamatan perhimpunan yang fokus dalam pelestarian burung selama 2014-2016. Burung air dari suku Scolopacidae mendominasi keragaman burung di danau tersebut, misalnya berkik, kedidi, dan trinil.

“Sebagian besar burung air di Danau Limboto ini pemakan serangga dan invertebrata kecil,” ujarnya.

Juga dijumpai beberapa jenis burung pemangsa dari suku Accipitridae, seperti elang tiram (Pandion haliaetus), elang bondol (Haliastur indus), elang paria (Mlvus migrans), elang laut perut putih (Haliaetus leucogaster), elang hitam (Ictinaetus malaiensis) dan elang ular Sulawesi (Spilornis rufipectus). Elang dikenal sebagai burung yang ahli dalam menangkap ikan.

Menurut Panji, semua jenis burung pemangsa memegang peranan penting dalam sebuah ekosistem. “Jenis-jenis burung pemangsa menjaga kestabilan dari populasi satwa dalam ekosistem Danau Limboto,” jelasnya.

Selain burung penetap, juga terpantau ada 49 jenis burung migrant, tiga di antaranya berstatus hampir terancam, yakni burung kedidi golgol, kedidi leher merah, dan trinil lumpur-Asia.

Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi kawasan untuk menghabiskan waktu musim dingin bagi burung-burung dari kawasan sub-tropis. “Setelah musim dingin lewat, burung-burung tersebut akan kembali ke asalnya untuk berkembang biak. Momen perpindahan musiman ini yang disebut musim migrasi,” imbuhnya.

Di Danau Limboto, puncak migrasi terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun. [©-ris]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Brimob Polda Sterilisasi Gereja di Gorontalo

GORONTALO – Tim Gegana Brimob Polda dan satuan Sabhara Gorontalo menyisir seluruh ar…