Home CAKRAWALA EKONOMI Sopir Angkot Keluhkan Ojek Online & Perubahan Rute

Sopir Angkot Keluhkan Ojek Online & Perubahan Rute

0
0
2,169

Sejumlah sopir angkutan kota mengeluhkan beroperasinya ojek online dan perubahan rute. Pendapatan mereka semakin menurun.

CELEBES NEWS -Polemik antara ojek online (berbasis aplikasi) dan sopir angkutan kota di sejumlah kota besar, juga terasa di Kota Manado. Bukan hanya beroperasinya ojek berbasis aplikasi, sejumlah sopir juga mengeluhkan perubahan rute yang mengakibatkan pendapat mereka semakin menurun. Saat ini, warga Kota Manado lebih memilih jasa ojek berbasis aplikasi dibandingkan menggunakan angkutan kota.

“Kuncinya ini ada pada kehadiran ojek berbasis aplikasi di Manado dan perubahan jalur satu arah yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Manado. Melalui media, kami sampaikan bahwa inilah masalah yang kami hadapi. Kalau peduli dengan sopir angkota, mohon usir ojek berbasis aplikasi dan kembalikan jalur seperti sediakala,’’ ujar Rizky, salah seorang sopir angkot, di Manado, baru-baru ini.

Rizky juga meminta masyarakat untuk tidak ikut memperparah keadaan dan ‘membunuh’ mata pencaharian para sopir angkot. Caranya? “Jangan gunakan jasa ojek berbasis aplikasi,” tegasnya.

Organisasi sopir angkot dalam waktu dekat akan melakukan demo untuk meminta keadilan. ‘’Kalau sudah diketahui penyebabnya, kami juga meminta masyarakat jangan ikut mematikan mata pencaharian kami. Sopir angkot kebanyakan adalah orang-orang pribumi,” kata Rizky.

“Mulai sekarang, stop gunakan jasa ojek berbasis aplikasi. Kami minta tolong kepada pemerintah untuk mengembali jalur lalu-lintas. Kasihanilah kami, sangat sulit mendapatkan penumpang dengan rute satu arah ini. Jika begini terus, para sopir angkot bisa berhenti bekerja dan pengangguran di Manado akan bertambah,’’ keluh Rizky. [c]

CELEBESNEWS | PIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Wamenlu: Pemerintah Minta Dukungan Ceko atas Produk-produk Kelapa Sawit Dijual  di Eropa

JAKARTA, Sebanyak 17 juta petani kelapa sawit Indonesia bergantung pemasran produk kepala …