Home PROFIL PROFIL KOTA GORONTALO Norman Kamaru: Bisnis Hancur, Kini Main Film

Norman Kamaru: Bisnis Hancur, Kini Main Film

0
0
2,337

Sempat menghebohkan dengan goyang India dan keluar dari kepolisian, hingga jualan bubur, kini Norman Kamaru bakal main film.

CELEBES NEWS – Sosok fenomenal asal Kota Gorontalo, Norman Kamaru, ternyata masih eksis. Lama tak terdengar kabarnya di industri hiburan, mantan anggota Brimob yang dikenal berkat aksi hebohnya di sosial media ini dikabarkan akan segera terlibat dalam produksi film. Norman mendapatkan peran antagonis dalam film kolosal asal Sulawesi Selatan berjudul Pamanca The Movie.

Lelaki yang dikenal lewat lipsync lagu Chaiya Chaiya ini dihadirkan dalam audisi di Sulawesi Selatan. Dalam wawancara di Makassar, Kamis (16/3/2017), jurubicara rumah produksi Rapindo Galesong Films Andi Iwan menyatakan, peran Norman cukup kontras dengan kehidupan kesehariannya, yang selama ini dikenal menghibur, melankolis, lucu, dan identik dengan seni India.

Norman sendiri mengakui, peran yang akan dilakoninya memang sesuatu yang baru. “Saya diminta sutradara untuk memerankan tokoh antagonis. Selama ini saya dikenal sebagai pemeran melodramatik. Jadi, dalam film ini saya harus dibenci,” ujar Norman.

Norman menjadi salah satu pengisi hiburan dalam seleksi peran terbuka di Parepare, Bone, Bulukumba dan Makassar. Norman tampil bersama Gede Bagus, finalis Kompetisi X Factor 2013.

Norman Kamaru yang karib disapa Oman, lahir di Gorontalo pada 27 November 1985. Norman lahir dari pasangan Idris Kamaru dan Halimah Martinus. Dia paling bungsu di antara sembilan saudara. Karena posisinya dalam keluarga itu, Norman kerap kali dimanja sang ibu, Halimah Martinus, yang berdarah Ambon dan kini tinggal di Jalan Pancawardana, Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Setelah dengan berani meninggalkan tugasnya sebagai anggota Brimob Polda Gorontalo, Norman mencoba nasib di dunia tarik suara. Sayang, karirnya tak sesuai harapan. Kehidupannya di Jakarta juga tak kunjung membaik hingga akhirnya sempat berjualan bubur Manado.

Toh, Norman sempat menjadi popular. Setidaknya, Norman dianggap humanis karena menghibur temannya dengan cara kreatif. Bahkan, dia mendapatkan beasiswa S-1 Jurusan Hukum dari Universitas Bung Karno, Jakarta. Dia juga menerima hadiah sepeda motor. [©-dari berbagai sumber]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *