Home GORONTALO KOTA GORONTALO DPRD KOTA GORONTALO DPRD Kota Gorontalo Desak Audit Pengadaan Obat Rp6,8 M

DPRD Kota Gorontalo Desak Audit Pengadaan Obat Rp6,8 M

0
0
2,179

Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo menyambut baik desakan audit pengadaan obat-obatan.

CELEBES NEWS – Komisi C DPRD Kota Gorontalo memberikan perhatian khusus proses pengadaan obat senilai Rp6,8 miliar di Kota Gorontalo. Para anggota dewan bahkan mendorong pihak berwenang untuk melakukan audit, apalagi setelah anggota Komisi C melakukan peninjauan lapangan, Senin (20/3/2017).

Ketika mendatangi Gedung Farmasi, tempat obat-obatan disimpan, para anggota legislatif beranggapan dengan dana Rp6,8 miliar, obat-obatan akan memenuhi gedung. Namun, faktanya, ruangan terlihat lowong. “Iya, kami pikir jumlah Rp6,8 miliar ini adalah jumlah yang meriah,” kata Ketua Komisi C Hais K Nusi.

Untuk menghindari multitafsir, apalagi terkait harga dan cakupan obat-obatan yang tidak dipahami anggota DPRD, Komisi C meminta agar segera dilakukan audit oleh inspektorat. Bila perlu perlu langsung ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) “Bukannya kami tidak percaya inpektorat tapi alangkah baiknya kalau BPK juga turun tangan. Kami jelas tidak paham mekanisme pangadaan obat-obatan,” tambah Yoland Polontalo.

Auditor harus melihat faktor efisiensi. Pengadaan obat memang berlebih atau sebaliknya karena nilai Rp6,8 miliar memang hanya khusus untuk obat-obatan. “Baru kali ini kita mendapat anggaran yang demikian besar. Biarlah masyarakat tahu apakah ini sesuai standar atau tidak,” tambah Jemmy Mamengkey.

Permintaan audit ini tidak didasari tendensi. Proses audit justru sangat membantu DPRD dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang pengawasan. “Kalau ada Komisi yang menaungi bidang kedokteran, mungkin tidak perlu audit,” ujar Hais.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dr Nuralbar mengaku tidak keberatan atas permintaan audit tersebut. Dia menilai, audit lebih baik dilakukan karena  membantu pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, dalam proses pengadaan.

“Kami mengapresiasi karena mereka adalah bagian dari pengawasan, baik pembangunan instalasi farmasi, instalasi fisik, maupun sarana-prasarana lainnya. Pengadaan-pengadaan yang ada di sini adalah obat-obatan dan bahan habis pakai. Kunjungan Komisi C membuktikan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah telah sesuai dengan peruntukan,” ujar Nuralbar. [©-ris/ton]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Berpotensi Tambah Jumlah Kursi di DPRD Gorontalo

Gorontalo,  Jumlah Kursi DPRD Kota Gorontalo berpotensi bertambah dari sebelumnya hanya 25…