Home CAKRAWALA SOSIAL DAN BUDAYA Dikunjungi Anggota DPR, Mahasiswa Indonesia di Islamabad Sampaikan Aspirasi

Dikunjungi Anggota DPR, Mahasiswa Indonesia di Islamabad Sampaikan Aspirasi

0
0
2,189

Mahasiswa Indonesia di Islamabad menyampaikan aspirasi saat sejumlah angora DPR RI berkunjung ke Pakistan. Mereka juga menggali informasi terkini tentang kondisi Tanah Air.

CELEBES NEWS – Memanfaatkan kunjungan kerja anggota DPR RI ke Pakistan, dalam rangka Asian Parliamentary Assembly (APA) dan Women’s Parliamentary Caucus, KBRI Islamabad menggelar pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Wisma Duta Besar KBRI, Islamabad. Hadir dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (15/3) tersebut, Dwi Ria Latifa (Komisi III/F-PDIP), Dave Akbarshah Fikarno (Komisi I/F-Golkar), Dewi Coryati (Komisi X/F-PAN) dan Ammi (Komisi III/F-PAN). Mereka disambut seluruh staf KBRI Islamabad, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia di Islamabad.

Duta Besar RI Iwan Suyudhie Amri menyerahkan cendera mata kepada Dwi Ria Latifa . | FOTO ITIMEWA

Duta Besar RI Iwan Suyudhie Amri menyampaikan selamat datang kepada para delegasi anggota DPR di Pakistan seraya mengatakan, kadatangan mereka telah lama ditunggu oleh para mahasiswa. “Sudah menjadi tradisi di sini, setiap ada tamu yang datang selalu diminta oleh-oleh oleh para mahasiswa tentang perkembangan Tanah Air,”ujar Dubes Iwan.

Para anggota DPR juga diberikan informasi mengenai kondisi WNI di Pakistan, berikut upaya KBRI Islamabad menjalankan fungsi pembinaan dan perlindungan terhadap WNI. Para mahasiswa yang hadir terlihat antusias.

MH Saefullah, mahasiswa asal Jawa Timur, menanyakan persoalan tenaga musiman haji, yang pernah diberikan Kemenag RI kepada mahasiswa yang belajar di Pakistan namun dihapuskan sejak tahun 2010. “Hampir 80% mahasiswa yang kuliah di Pakistan, mayoritas di IIUI, atas biaya sendiri sehingga keberadaan Temus sangat membantu kelancaran studi kami,” ujar Saefullah.

Dubes Iwan menambahkan, rata-rata mahasiswa Indonesia di Pakistan menguasai bahasa Arab, Inggris dan Urdu. Mereka dinilai mampu membantu Kemenag untuk memberikan layanan optimal kepada jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Selain Temus, persoalan lain yang ditanyakan oleh mahasiswa adalah beasiswa, perlindungan WNI dari gangguan keamanan, dan adanya stigma negatif pada mahasiswa yang kuliah di Pakistan.  Menanggapi pertanyaan tersebut, para anggota DPR berjanji akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Jakarta guna memastikan penyelesaian persoalan yang dikeluhkan para mahasiswa di Pakistan.

Anggota DPR, RI foto bersama staf KBRI Islamabad, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia di Islamabad. | FOTO ISTIMEWA

Terkait Temus, Dewi Coryati meminta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Pakistan mengirimkan surat ke Ketua Komisi VIII dan menembuskannya ke Menteri Agama, Dirjen Haji, dan Teknis Urusan Haji (TUH).  “Kami akan bantu sampaikan aspirasi mahasiswa semua,” ujar Dewi Coryati.

Dwi Ria Latifa bahkan berjanji membantu pengadaan kendaraan khusus antar-jemput mahasiswa melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bantuan serupa telah diberikan kepada KBRI Kuala Lumpur.

Para mahasiswa juga diminta tidak terpengaruh stigma negative pada diri mereka akibat belajar di Pakistan. “Stigma tersebut akan hilang ketika anda kembali ke Tanah Air dan aktif membangun bangsa serta menampilkan sikap yang moderat dan toleran,’ ungkap Dwi Rifa.

Dubes Iwan menegaskan, mahasiswa Indonesia selalu menjadi teladan bagi mahasiswa asing di Pakistan. “Para pimpinan universitas dan pesantren kagum atas ahlak pelajar Indonesia,” tutur Dubes. [©-ist]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

GMKI: Penutupan Alexis Jangan Dijadikan Dagangan Politik

Jakarta, Hentikan Eksploitasi Terhadap Perempuan, Berikan Pelatihan dan Kesempatan Kerja …