Home CAKRAWALA HUKUM Olly Tegaskan Tidak Terlibat Kasus e-KTP

Olly Tegaskan Tidak Terlibat Kasus e-KTP

0
0
2,054

Tidak pernah kenal dan bertemu Andi Narogon,  Gubernur Sulut Olly Dondokambey dengan tegas membantah tuduhan menerima uang dalam proyek e-KTP. Olly mengaku sudah memberikan klarifikasi dan penjelasan saat dipanggil KPK, Januari lalu.

CELEBES NEWS  – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, SE dengan tegas membantah telah menerima uang senilai 1,2 juta dolar Amerika Serikat pada kasus mega proyek e-KTP. Kasus ini telah menempatkan Irman (mantan Dirjen Dukcapil) dan Sugiharto (mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil) tersangka.

Kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (09/03) sore, Olly Dondokambey dengan tegas membantah tidak pernah kenal Andi Agustinus atau Andi Narogong. Karennya, tidak mungkin dirinya menerima uang seperti yang hangat diberitakan akhir-akhir ini. Olly juga mengaku tidak pernah bertemu Andi Narogong, tidak pernah ada pembahasan secara detil anggaran e-KTP di Badan Anggaran DPR, dan tidak pernah ada pertemuan khusus membicarakan proyek e-KTP.

“Saya tidak mengenal, apalagi bertemu, Andi Narogong. Tidak pernah ada juga pembahasan anggaran e-ktp di Badan Anggaran dan pertemuan khusus tentang proyek e-KTP,” tegas Gubernur. Karena tidak pernah kenal dan bertemu, tidak mungkin dirinya menerima uang seperti kabar yang beredar luas.

Olly menambahkan, kabar yang beredar sama sekali tidak benar. “Saya sudah klarifikasi pada saat dipanggil KPK pada Januari lalu. Saya sudah menyampaikan secara lengkap dan detil,” tandasnya.

Kasus ini sudah masuk ke persidangan. “Ini kan sudah ada di dakwaan. Saya membantah itu. Tidak benar dakwaan itu kalau mengatakan saya menerima,” bantah Olly sambil tertawa.

Dia bahkan menilai dakwaan tersebut lemah. “Di situ kan ada enam  nama, dua sudah jadi tersangka. Dari  para tersangka itu, saya tidak kenal. Paling saya jadi saksi seperti dulu lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, kasus e-KTP ini menarik perhatian publik karena merugikan negara hingga triliunan rupiah. Banyak nama-nama besar elit partai yang disebut ikut terseret kasus ini. Dalam kasus ini, Irman dan Sugiharto didakwa merugikan negara sebesar Rp2,314 triliun.

Menurut jaksa, kedua terdakwa diduga terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR RI untuk tahun anggaran 2011-2013. Keduanya juga terlibat dalam mengarahkan  dan memenangkan perusahaan tertentu untuk menjadi pelaksana proyek e-KTP. [©-khy]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KPK Ancam Pihak-pihak yang Lindungi Setya Novanto Dengan Hukuman Penjara

Jakarta, Pihak-pihak yang menghalangi atau melindungi Setya Novanto terkait korupsi elektr…