Home CAKRAWALA EKONOMI Indonesia-Pakistan Sepakat Bentuk Komite Industri Sawit

Indonesia-Pakistan Sepakat Bentuk Komite Industri Sawit

0
0
2,152

Indonesia dan Pakistan menandatangani deklarasi pembentukan komite kerjasama industri sawit. Komite ini diyakini akan meningkatkan ekspor sawit Indonesia ke Pakisatan, Asia Selatan, Tengah, dan Timur Tengah. 

CELEBES NEWS – Indonesia dan Pakistan sepakat membentuk komite kerjasama industri sawit. Deklarasi pembentukan Indonesia-Pakistan Joint Palm Oil Committee (IP-JPOC) ditandatangani oleh Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono dan Ketua Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA) Izaz Ilahi Malik.

Penandatanganan yang dilakukan di sela-sela pertemuan Palm Oil Conference (POC) di Kuala Lumpur, Malaysia pada 7 Maret 2017 tersebut disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri. IP-JPOC  dibentuk untuk meningkatkan saling pemahaman antara industri sawit kedua negara mengenai isu teknis terkait perdagangan sawit.

Tujuan lain adalah memperkuat hubungan pelaku usaha sawit kedua Negara. Yang tidak kalah penting adalah fasilitasi koordinasi dan menyediakan mekanisme komunikasi yang lebih melembaga dalam memperkuat saling pengertian kedua pihak dalam perdagangan sawit, sekaligus  merangsang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia-Pakistan.

Ide pembentukan IP-JPOC dicetuskan oleh Dubes Iwan Amri pada pertemuan Forum Bisnis Indonesia-Pakistan di Karachi, Januari 2017. Pelaku bisnis kedua negara menyambut baik usulan tersebut dan sepakat  menindaklanjutinya  pada pertemuan Palm Oil Conference di Malaysia. IP-JPOC diharapkan akan membuka lebih banyak peluang kerjasama ekonomi perdagangan, investasi, termasuk pariwisata kedua negara.

“Semangat pembentukan IP-JPOC pada dasarnya untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan  Indonesia-Pakistan, termasuk membuka peluang baru kerjasama di sektor kelapa sawit,” ujar Dubes Iwan Suyudhie Amri.

Selain mengokohkan posisi sawit Indonesia di pasar Pakistan, IP-JPOCjuga diharapkan menjadi jembatan  bagi pemasaran sawit Indonesia ke pasar kawasan Asia Selatan, Tengah, dan Timur Tengah.

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Indonesia, total nilai ekspor sawit Indonesia pada tahun 2016 mencapai 17,9 miliar dolar AS. Lima negara tujuan ekspor sawit Indonesia  adalah India (USD 3,59 M), Tiongkok (USD 2,27 M), Pakistan (USD 1,26 M), Belanda (USD 1,13 M), dan Amerika Serikat (USD 952,2 Juta).

Sejak 2014 hingga 2016, Indonesia menguasai pasar sawit Pakistan. Pada 2014, Indonesia memiliki market share 72,5% dan meningkat menjadi 83% pada 2015 dan 82% pada 2016. Pada 2016, Pakistan mengimpor 2,4 juta metrik ton minyak sawit, yaitu 1,9 juta metrik ton dari Indonesia dan 442 ribu metrik ton dari Malaysia. Pakistan berkontribusi pada surplus perdagangan Indonesia sebesar  USD 1,6 M. [©-luq]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Rupiah Rabu Pagi Melemah ke Rp.13.579

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank Rabu pagi, bergerak melem…