Home CAKRAWALA HUKUM Kematian Janggal, Keluarga Ate Minta Kepolisian Bertindak

Kematian Janggal, Keluarga Ate Minta Kepolisian Bertindak

0
0
2,174

Kematian tak wajar Ignatius Herry Walandha mengundang tanda tanya. Pihak keluarga meminta kepolisian pro-aktif melakukan penyelidikan.

CELEBES NEWS– Kematian Ignatius Herry Walandha, akrab dikenal dengan panggilan Ate, putra pemilik toko obat Tekolong, yang mendadak serta agak janggal, menimbulkan banyak tanda tanya bagi keluarga. Ate dikenal sangat supel dan tak memiliki musuh.

Sejumlah kejanggalan pun mengemuka ketika pihak keluarga mendapatkan penjelasan awal dari tim otopsi. Kematian Ate disebabkan oleh pukulan benda tumpul. Apalagi, jasad Ate ditemukan di pinggir rel kereta api di Karawang.

Lilly Walandha, kakak korban, mengaku pihak keluarga telah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian Karawang, untuk bisa ditelusuri penyebab kematian adiknya. Ate tercatat bekerja sebagai seorang manajer pengawas konstruksi di salah satu rumah sakit di bilangan Karawang, yang tengah dibangun.

“Saat ini, kami sekeluarga masih fokus pada pemakaman. Kami belum mengetahui hasil penyelidikan sementara di kepolisian. Jenazah akan dikebumikan di pekuburan keluarga, Minggu (12/6),” ungkap Lilly.

Lilly menilai, meninggalnya Ate sangat janggal. Apalagi Ate sempat ‘curhat’ ketika bertemu dirinya, yang saat itu melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. Saat itu, Ate sempat menyampaikan bahwa dirinya ditawari uang ratusan juta rupiah bila hasil pengawasan di tempat kerjanya dilaporkan tidak ada persoalan.

“Ate menolak karena takut. Jika nanti hasil pengawasan dibuat tak ada masalah dan kemudian terjadi sesuatu dengan bangunan itu, dirinya yang bersalah. Saya sempat bilang agar jangan terlalu keras karena dia bukan di Manado tapi di rantau orang,” kata Lilly.

Walaupun tak ingin menyimpulkan sendiri karena belum ada hasil penyelidikan dari kepolisian, Lilly menyebutkan banyaknya kejanggalan serta fakta adiknya sering didatangi orang untuk berbuat kecurangan. Lilly semakin yakin kalau adiknya tak sekadar tewas karena tertabrak kereta api.

Menurutnya, Ate sempat kawan-kawannya di Manado memanggil untuk ikut ke Jakarta pada pekan lalu, sebelum Ate ditemukan meninggal tak wajar. Teman-temannya mengaku Ate meminta mereka untuk bersama-sama ke Jakarta untuk menemaninya saat mengungkapkan hasil temuan dalam proyek yang diawasinya tersebut.

“Ate akan menyelesaikan kontraknya di tempat kerja tersebut. Sebelum ditemukan meninggal, Ate akan ada meeting terkait temuan-temuannya. Karena itu, dia mengajak teman-temannya dari Manado untuk ikut bersama dirinya di Jakarta,” ujar Lilly sembari menahan isak tangis.

“Rekan-rekan Ate sendiri sempat memperlihatkan beberapa kejanggalan dalam postingan media sosial dari pihak tempat Ate bekerja. Di situ mereka seperti ingin meyakinkan  bahwa kematian Ate murni kecelakaan. Padahal pihak kepolisian saja belum memberikan keterangan,” kata Lilly kembali.

Di mata kebanyakan kerabat, Ate adalah pribadi yang pintar dan keras jika bersinggungan dengan persoalan prinsip. “Saya tahu Ate. Dia tegas dan cerdas. Mungkin karena itu ada yang tidak suka. Jika memang buktinya ada, saya harap pihak berwajib tanggap dan mengusut tuntas kasus ini,” kata CEO Manado Town Square Hengky Wijaya, kerabat dekat keluarga Darussalam Walandha, ayah dari Ate. [©-ris]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Agus Raharjo Melantik Direktur Penyidikan KPK

JAKARTA, Ketua KPK Agus Raharjo berharap ketiga pejabat baru yang dilantik dapat bekerja d…