Home CAKRAWALA POLITIK Heard Runtuwene Paparkan Radikalisme

Heard Runtuwene Paparkan Radikalisme

0
0
2,092

Heard Runtuwene memaparkan pentingnya peran pemuda sebagai pembawa pesan damai sehingga radikalisme berlatar agama bisa ditangkal dan tidak terjadi di Sulut. Hal ini disampaikan dalam dialog pemuda yang digelar DPD KNPI Sulut.

CELEBES NEWS – Dialog pemuda yang digelar DPD KNPI Sulut bertema ‘Peran Pemuda dalam Menangkal Radikalisme Atas Nama Agama’ dipandu oleh Ketua Gema MA Sulut Alwan Rikun. Dalam sambutannya, Rikun berharap dialog ini bisa memberikan masukan berharga bagi pemuda dalam mendukung Pemerintah Sulut di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandou.

Heard Runtuwene pada pemaparan materi menyampaikan pentingnya peran pemuda sebagai pembawa pesan damai. Dia berharap radikalisme berlatar agama bisa ditangkal dan tidak akan terjadi di Sulut. Ditambahkan, radikalisme adalah paham atau aliran radikal dalam politik, yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial-dan politik dengan cara kekerasan atau drastic. Radikalisme adalah sikap ekstrem dalam aliran politik.

“Dalam sejarah, gerakan yang dimulai di Britania Raya ini meminta reformasi sistem pemilihan secara radikal. Gerakan ini awalnya menyatakan diri sebagai partai kiri jauh yang menentang partai kanan jauh. Begitu radikalisme historis mulai terserap dalam perkembangan liberalisme politik, pada abad ke-19 makna istilah radikal di Britania Raya dan Eropa daratan berubah menjadi ideologi liberal yang progresif,” papar heard.

Heard menjelaskan, asal-muasal tindakan radikal muncul dari salah satu aliran politik, bukan dari ajaran agama tertentu. Dengan kata lain, gerakan radikal tidak bersumber pada ajaran agama namun bisa saja terjadi kesalahpahaman dalam agama yang menimbulkan gerakan radikal.

Kebiasan dalam stigma radikalisme, suatu kelompok akan menuduh kelompok lain sebagai kelompok radikal. Hingga saat ini, belum ada standar yang jelas dalam penilaian kapan suatu kelompok atau pribadi tertentu disebut sebagai orang atau kelompok yang berpaham radikal. Selama ini, wewenang penilaian selalu diserahkan pada persepsi media massa atau pengaruh kekuatan politik. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan membaca sejarah radikalisme dari masa ke masa.

Heard melanjutkan, Menpora Imam Nahrawi sudah menyiapkan paket program penanggulangan aksi kekerasan, radikalisme, dan terorisme untuk kalangan pemuda. Paket program itu adalah sekolah pemuda untuk toleransi umat beragama, pembentukan gugus tugas pemuda relawan rawan sosial, dialog kepemudaan lintas-agama, desiminasi empat konsensus dasar pemuda, dan pemuda bela negara.

Presiden pertama Soekarno juga memiliki pemikiran tentang radikalisme, yang tertuang dalam buku ‘Soekarno dan Perjuangan Kemerdekaan.’  Bung Karno jelas mengartikan radikalisme sebagai perjuangan menghancur-leburkan imperialisme dan kapitalisme hingga ke akar-akarnya kemudian memperjuangkan pembangunan masyarakat yang sama sekali baru. Inilah sosialisme menurut Bung Karno.

Pada era digital ini, perjuangan pemuda melawan radikalisme adalah dengan berperan aktif, salah satunya melalui pesan damai dan menjadi pembawa damai. Pendidikan yang tepat serta komunikasi dan informasi positif dapat menjadikan pemuda berperan dalam agent of peace. Pembawa damai ini dapat dijadikan ‘virus’ kepada masyarakat, untuk dijangkitkan kepada seluruh rakyat, khususnya kalangan pemuda. [©-ris]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

PDIP Usung Jokowi 2 Kali

DENPASAR, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri langsung menyampaikan keputusan…