Home CAKRAWALA SOSIAL DAN BUDAYA FJPI Sulut Bahas Kekerasan terhadap Perempuan

FJPI Sulut Bahas Kekerasan terhadap Perempuan

0
0
2,030

Kekerasan seksual adalah isu penting dan rumit dari seluruh peta kekerasan terhadap perempuan karena ada dimensi yang sangat khas bagi perempuan. Wacana kekerasan pada perempuan dan anak menjadi tajuk diskusi yang digagas Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sulut, sekaligus peringatan ulang tahun ketiga wadah berhimpun jurnalis perempuan di Sulut ini.

Ketimpangan relasi kuasa antara pelaku dan korban adalah akar kekerasan seksual terhadap perempuan. Dalam kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, ketimpangan relasi kuasa yang dimaksud adalah antara laki-laki dan perempuan, yang diperparah ketika satu pihak (pelaku) memiliki kendali lebih terhadap korban (status sosial/modalitas sosial). Termasuk pula, kendali yang muncul dari bentuk hubungan patron-klien atau feodalisme, seperti antara orangtua-anak, majikan-buruh, guru-murid, tokoh masyarakat-warga, dan kelompok bersenjata/aparat-penduduk sipil.

Mengambil tema “Dilema Penanganan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak di Sulut’’, FJPI Sulut mengundang sejumlah narasumber, seperti Kaban BP3A Sulut Erny Tumundo, LSM peduli perempuan dan anak, akademisi, dan jurnalis.

Diskusi digelar di ruang rapat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Lt 1, Kantor Gubernur Jl 17 Agustus, Senin (10/10/2016) pukul 14.00 wita.

‘’Diskusi ini akan mempertemukan seluruh mitra pemerhati pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak , untuk terus  berkomitmen dalam gerakan ‘Stop Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak’.’’ ujar Ketua FJPI Sulut Jeane Rondonuwu, didampingi Sekretaris Hilda Margaretha dan Bendahara Amanda Komaling.

FJPI Sulut berharap, acara ini akan memberikan motivasi baru untuk menyukseskan program ‘3 Ends’ yaitu ‘Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak’, ‘Mengakhiri Tindak Pidana Perdagangan Orang’ dan ‘Mengakhiri Diskriminasi dan Kesenjangan Akses Ekonomi terhadap perempuan.’

CELEBESNEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Hutan Wanagama Sebagai Wahana Pembelajaran Atraktif

GUNUNG KIDUL – Sebagian hutan pendidikan Wanagama di Kecamatan Playen, Kabupaten Gun…