Home KOTA KOTA MANADO DPRD KOTA MANADO Di-PHK Sepihak, Mantan Karyawan Adira ‘Curhat’ di DPRD

Di-PHK Sepihak, Mantan Karyawan Adira ‘Curhat’ di DPRD

0
0
2,123

Merasa upaya mediasi yang diupayakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tidak berhasil, puluhan mantan karyawan Adira Finance mendatangi DPRD Kota Manado. Mereka  mengadukan nasib yang telah di-PHK secara sepihak oleh Adira Finance.

Steven Pangkey selaku kordinator mantan karyawan Adira Finance mengaku telah bekerja selama sembilan tahun namun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Bahkan, dirinya tidak menerima uang pesangon sebagaimana diatur dalam UU.

“Sebagai mantan pegawai yang telah mengabdi selama sembilan tahun, kami hanya ingin menuntut hak pesangon. Begitu juga dengan 14 mantan karyawan lain, yang mendapatkan perlakuan sama,” ujar Pangkey.

Pangkey menambahkan, kedatangannya bersama puluhan mantan karyawan ke DPRD memang untuk mengadukan sikap Adira Finance, yang masih belum merealisasikan rekomendasi Dinas Ketenaga Kerja (Disnaker) sebagai mediator. “Sebelumnya, kami telah dimediasi oleh Disnaker namun tidak pernah mendapatkan respons yang baik dari pihak Adira. Padahal mereka sudah beberapa kali dipanggil Disnaker sesuai rekomendasi,” tambahnya.

Dirinya berharap, kedatangan para mantan karyawan Adira yang diterima oleh Komisi D ini bisa kembali membuka pintu mediasi dengan pihak Adira. Dia berharap ada titik terang dan didapatkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

“Kami berharap Komisi D bisa menghadirkan pihak Adira agar bisa dilakukan mediasi lagi soal solusi terkait PHK yang telah kami alami. Kami juga berharap agar persoalan ini tidak berlarut-larut, apalagi harus bermuara ke ranah hukum. Namun, jika hal itu harus ditempuh, kami akan lakukan karena ini menyangkut hak kami,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Manado Apriano A Saerang, yang menerima sejumlah mantan karyawan Adira Finance menyatakan, pihaknya tetap mendorong agar Disnaker bisa membantu secara optimal.

“Kami minta kepada Disnaker agar membantu mediasi. Persoalan ini harus diselesaikan karena sudah lama dan belum juga ada kesepakatan antara pihak pelapor dan pihak Adira Finance,” ucap politisi Partai Gerindra ini.

Saerang juga berharap mediasi yang dilakukan Disnaker nantinya bisa berjalan optimal sekaligus mendapatkan hasil yang memuaskan semua pihak. Komisi D juga akan memanggil pimpinan PT Adira Multi Finance Manado untuk hearing.

“Kami akan berusaha memediasikan kedua belah pihak agar masalah ini tidak sampai ke ranah hokum. Agar upaya mediasi bisa lebih optimal, kami juga akan mengundang pihak Adira Finance dalam hearing, pekan depan,” tandas Saerang.

Para mantan karyawan Adira Finance diterima oleh Ketua Komisi D Apriano A Saerang, Wakil Ketua Komisi D Dijana Pakasi, anggota Komisi D, Abdul Wahid Ibrahim dan Markho Tampi, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja Atto Bulo.

CELEBESNEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

De Blouwe: Motor Sampah dan Penarikan Retribusi Sampah di kelurahan Belum Maksimal

Manado, Kinerja yang dihasilkan motor sampah untuk mengangkut sampah milik warga di rumah …