Home KOTA KOTA MANADO DPRD KOTA MANADO Astaga! RS Siloam Diduga “Mark Up” Biaya Pelayanan Kesehatan

Astaga! RS Siloam Diduga “Mark Up” Biaya Pelayanan Kesehatan

0
0
2,169

RS Siloam membantah dugaan manipulasi tagihan pembayaran. Tagihan ganda akan segera diselesaikan. 

CELEBES NEWS – Rumah Sakit Siloam di Jalan Sam Ratulangi, Kota Manado merupakan salah satu pusat kesehatan terbesar dan telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Meskipun begitu, bukan jaminan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut dilakukan dengan baik.

Bagaimana tidak? Lihat saja apa yang dialami Johanis Sumampow, salah seorang pasien BPJS, yang saat ini dirawat di RS Siloam. Johanis Sumampow  seakan menjadi ‘sandera’ karena kesulitan mendapatkan informasi lengkap terkait nominal yang harus dibayarkan. Hal ini diungkapkan Ani Sumantri, istri Johanis Sumampow.

“Pihak BPJS telah menyatakan akan menanggung semua biaya perawatan suami saya. Tapi, saat kami menyatakan akan keluar, pihak RS Siloam menyatakan bahwa kami masih harus membayar selisih yang sangat besar, mencapai Rp300 juta,” ujar Ani Sumantri.

Dia menduga, pihak RS Siloam telah melakukan manipulasi tagihan pembayaran atas pelayanan kesehatan. Menurutnya, tagihan yang diberikan berbeda dengan dari yang semestinya.

“Dalam tagihan yang harus kami bayarkan, terdapat daftar obat. Setahu kami, obat-obatan tersebut kami beli sendiri dengan total biaya Rp86 juta. Mereka juga mengatakan, kami dikenai top-up, padahal kami merasa tidak demikian,” tambah Ani Sumantri.

Ani berharap pihak RS Siloam memberikan penjelasan nominal yang harus diselesaikan. “Supaya secepatnya kami bayar karena suami saya harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di Jakarta. Kalau berlarut-larut seperti ini, suami saya seperti disandera oleh pihak rumah sakit,” tandasnya.

Menindaklanjuti keluhan terkait dugaan manipulasi biaya pelayanan kesehatan ini, Komisi D DPRD Kota Manado bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menyambangi RS Siloam. Ani Sumantri sebagai pengadu juga ikut dalam kunjungan tersebut.

Perwakilan RS Siloam, Abraham Talumewo menjelaskan, pihaknya tidak berniat menyandera atau menghalang-halangi pasien untuk keluar dari RS. Namun, siapa pun yang akan meninggalkan RS harus menyelesaikan seluruh administrasi.

“Kami bukan menghalangi pasien untuk meninggalkan RS. Sesuai pembicaraan awal, yang menanggung seluruh biaya adalah pihak Pertamina karena menurut informasi, pasien ini merupakan konsultan di Pertamina. Sesuai permintaan pihak pasien, kami akan segera menindaklanjuti permintaannya,” katanya.

“Untuk tagihan ganda seperti obat, akan saya kordinasikan dengan pihak administrasi dulu karena tagihan saat ini masih bersifat sementara. Kalau akan diselesaikan, baru disesuaikan mana yang dibeli pasien. Kami menunggu kepastian siapa yang akan menyelesaikan pembayaran,” lanjut Abraham Talumewo.

Dia berdalih, pembayaran layanan kesehatan sangat berarti bagi rumah sakit. “Sebagai RS swasta, kami membayar gaji karyawan dan membeli obat dari pembayaran pasien seperti ini. Jadi, kami meminta pengertian pasien,” tandas Talumewo.[©-ris]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Hengky Kawalo: DPRD Kota Manado Akan Panggil Holland Village

MANADO, Menyikapi permasalahan Konsumen dengan pihak developer Holland Village, Dewan Perw…