Home PROFIL PROFIL KEPULAUAN TALAUD Sri Wahyumi Manalip: Etalase Indonesia Ujung Utara NKRI

Sri Wahyumi Manalip: Etalase Indonesia Ujung Utara NKRI

0
0
2,254

Tegas dan visioner sebagai Bupati Talaud namun cantik dan santun secara personal. Layak menjadi etalase Indonesia.

 

CELEBES NEWS – Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip SE memiliki dua karakter menarik. Hal ini bisa terlihat ketika Sri Wahyumi mengenakan pakaian dinas dan pakaian biasa.

Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata Dino Gobel, misalnya, merasakan perbedaan itu. Sri Wahyumi merupakan sosok yang bisa menjadi etalase Indonesia di ujung utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan tidak mungkin karena Talaud adalah daerah paling utara NKRI, yang bisa menjadi salah satu pintu masuk wisatawan internasional.

Di balik kecantikannya, Sri Wayumi memiliki kepribadian sebagai seorang pemimpin yang tegas dan visioner untuk membangun daerah. Karakter itu tampak lebih terlihat saat salah seorang Srikandi Nusa Utara ini mengenakan pakain dinas.

Hal berbeda dapat dilihat saat Sri Wahyumi mengenakan pakaian biasa, saat tidak sedang menjalankan tugas kedinasan. Seperti yang terlihat pada salah satu momen saat berkunjung ke Manado.

“Beliau sangat santun dan fashionable. Cara berpakaian sederhana dan tidak berlebihan. Dia juga sangat memperhatikan etika berbusana, bukan hanya karena seorang pemimpin daerah namun dari sudut pandang sebagai seorang perempuan. Dia sangat dihormati oleh warga Talaud,” kata Dino Gobel.

Sri Wahyumi dilantik bersama wakilnya, Petrus Tuange, oleh Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang di Melongoane, Kabupaten Talaud, pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD, Senin (20/7/2014). Pasangan ini memenangkan Pilbup Talaud pada 9 Desember 2013 lalu.

Sejak menjabat, Sri Wahyumi memang banyak diterpa prahara karena ketegasan sikapnya. Namun, tak sedikit aktivis dan LSM yang menaruh empati kepada wanita berambut pendek yang santun itu.

Sri Wahyumi menerima Gelar Kehormatan dari Keraton Solo. Hal ini juga diperhatikan Ketua LSM Gerak Jimmy Tindi. Aktivis vokal ini mengaku bangga atas penghargaan itu. “Sebagai bagian dari masyarakat Bumi Porodisa, sudah sepantasnya saya dan seluruh masyarakat mengucapkan selamat atas anugerah yang diberikan sebagai Kanjeng Mas Tumenggung Sri Wahyumi Maria Manalip Puspaningtyas atau dalam Bahasa Talaud kita sebut Marambe Sinangian Ratun Tarida Porodisa,” aku Tindi.

Sri Wahyumi Maria Manalip SE | FOTO MANADONEWS ET

Sri Wahyumi memang perkasa dan cekatan. Dia langsung memimpin pekerjaan perluasan Bandara Melonguane.  Akibat cuaca ekstrem, kondisi bandara sudah tidak memungkinkan untuk pendaratan pesawat. Sejumlah pesawat jurusan Melonguane-Manado yang mendarat di bandara Melonguane mengalami kesulitan karena sempitnya bandara.

Menurut beberapa penumpang Wing’s Air, sang pilot tiga kali coba mendaratkan pesawat tapi angin bertiup sangat kencang. Padahal panjang landasan kurang memadai. Pepohonan di ujung landasan juga menghalangi pendaratan sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Internasional Samratulangi.

Meskipun tidak terjadi kecelakaan, namun Sri Wahyumi sempat terperangah. Dia langsung memanggil pemilik lahan di ujung landasan dan meminta agar membebaskan lahan demi keselamatan dan demi kemajuan bersama. Berkat pendekatan yang baik, pemilik lahan merelakan juga lahannya digusur.

Selesai bernegosiasi dan lahan pun digusur, Sri Wahyumi yang cantik itu tiba-tiba melompat menaiki ekskavator. Melihat kegigihan Bupati yang tak kenal lelah itu, Kepala Pertanahan Abubakar Deu, Kepala Bandara Fanani Zuhri diwakili Markus Lombongkaehe, Airport Manager Wings Air Alfian Sumolang, serta beberapa pejabat enggan bergeser dari lokasi itu. [©-dari berbagai sumber]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *