Home GORONTALO KABUPATEN GORONTALO PEMKAB GORONTALO Kabupaten Gorontalo Terima Rp10 Miliar Dana Hibah Pascabencana

Kabupaten Gorontalo Terima Rp10 Miliar Dana Hibah Pascabencana

0
0
2,105

Bupati Gorontalo menandatangani perjanjian hibah daerah dan menerima Rp10 miliar untuk pascabencana.

CELEBES NEWS-Kabupaten Gorontalo akan menerima dana hibah sebesar Rp10 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang. Dalam rilisnya, Kamis (24/11/2017), Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyatakan telah menandatangani Perjanjian Hibah Daerah (PHD) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tahun Anggaran 2016 dengan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Boediarso Teguh Widodo.

Bupati didampingi Wakil Bupati Fadli Hasan dalam penandatanganan yang berlangsung di Aula Kantor BNPB Pusat, Jakarta, Kamis (24/11/2017). Penandatangan ini dihadiri oleh 96 daerah, yakni 23 provinsi dan 73 kabupaten/kota yang akan menerima anggaran hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Bupati Nelson menyatakan, penyebab bencana di semua daerah hampir sama, yakni tata-kelola dan kondisi wilayah. “Ini juga diperparah dengan laju pembangunan yang tidak diimbangi dengan tata ruang yang baik, termasuk laju pertumbuhan penduduk di suatu daerah,” kata Bupati.

Menurut Bupati, perlu kajian dan penataan tata ruang. Jika permasalahan itu tidak segera diperbaiki, dampak bencana akan lebih buruk lagi dan akan berdampak pada perekonomian daerah, bahkan negara.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menjelaskan, pagu anggaran yang diusulkan khusus hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ke Kementerian Keuangan sebesar Rp1,5 triliun namun yang direalisasikan hanya Rp750 miliar. Kondisi keuangan negara mengharuskan pemotongan tersebut. Namun, menurut Willem, pihaknya patut bersyukur karena dalam pemerintah tetap berupaya mengedepankan kepentingan masyarakat, khususnya yang terdampak bencana.

Willem juga mengingatkan para kepala daerah atas kondisi wilayah yang sering kena musibah dikarenakan faktor lingkungan yang sudah rusak dan butuh penanganan serius. “Tantangan bencana ke depan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sesuai data statistik BNPB, intensitas bencana di tiap daerah rawan bencana semakin meningkat cukup serius dan makin kompleks,” tutur Willem.

Pada kesempatan itu, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Boediarso Teguh Widodo menambahkan, investasi pengurangan risiko bencana harus dimaksimalkan. Dampak kerugian yang ditanggung negara untuk penangulangan bencana mencapai Rp30 triliun.

Pemerintah daerah diberi batas waktu 12 bulan, terhitung sejak dana hibah ditransfer ke kas umum daerah, untuk menindaklanjuti hibah tersebut, khusus untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. “Diharapkan wilayah prioritas lebih diutamakan,” terang Boediarso. [©-ris]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pemkab Gorontalo Sediakan Bus Gratis untuk Pelajar-Mahasiswa dan Pekerja

Gorontalo,   Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menyediakan ena…