Home DENGAR PALAKAT DENGAR PALAKAT BOLMONG SELATAN Musim Hujan, Petani Cengkeh Terancam Rugi

Musim Hujan, Petani Cengkeh Terancam Rugi

0
0
2,092

Dishutbun Bolsel sudah merencanakan pembelian mesin pengering cengkeh namun belum bisa direalisasikan tahun ini karena harus tender.

CELEBES NEWS – Musim penghujan yang terus mengguyur akhir-akhir ini membuat para petani cengkeh di Kabupaten Bolaang Mongondow Bolmong Selatan (Bolsel) cemas. Saat ini sudah mulai memasuki musim panen cengkeh sementara cuaca tidak memungkinkan untuk pengeringan hasil panen. Hal ini akan berdampak pada rusaknya hasil panen.

“Akibat cuaca hujan ini, sudah lebih dari seminggu para petani takut memetik buah cengkeh. Padahal, jika lama tidak dipetik, buah cengkeh akan membesar dan tidak bisa dipanen lagi,” ujar Hamjan Mohama, seorang Sangadi Motandoi di Kecamatan Pinolosian Timur, Rabu (3/8/2016).

Menurut Hamjan, untuk mengatasi keluhan para petani cengkeh tersebut, petani membutuhkan pengadaan mesin pengering. Namun, di daerah ini belum ada mesin tersebut. Sementara, dalam penanganan pascapanen, para petani hanya mengandalkan sinar matahari.

“Ini dilematis bagi kami. Jika buah cengkeh dipetik pada musim hujan, hasilnya bisa rusak dan merugikan kami. Yang bisa diandalkan sekarang adalah mesin pengering,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bolsel Maksi Limbat SP menyatakan, Pemkab sudah merencanakan pembelian mesin pengering cengkeh namun belum untuk tahun ini. “Harus di 2017 karena pengadaan mesin lewat mekanisme tender,” kata Maksi.

Dia menyadari kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi di Bolsel dapat mengancam hasil panen para petani cengkeh. “Pemkab sudah menyadari kondisi ini sehingga salah satu jalan keluarnya adalah mengadakan mesin pengering. Tahun depan, kelompok petani bisa mendapatkannya sesuai prosedur,” tambahnya.

Sekadar diketahui, Bolsel merupakan salah satu daerah penghasil cengkeh terbesar di Sulut. Data di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bolsel menunjukkan, total luas lahan perkebunan cengkeh di daerah itu mencapai 11 ribu hektar, 40% di antaranya sudah produktif. Para petani cengkeh kadang merugi akibat cuaca hujan sehingga dibutuhkan jalan keluar dari Pemkab. [©-ist/ike]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *